BTN Mantapkan Langkah Transformasi Syariah: Spin-off dan Akuisisi Bank Victoria Syariah Menuju Bank Umum Syariah
BTN Mantapkan Langkah Transformasi Syariah: Spin-off dan Akuisisi Bank Victoria Syariah Menuju Bank Umum Syariah
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tengah bersiap untuk memasuki babak baru dalam pengembangan unit usaha syariahnya (UUS). Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada hari Rabu, perseroan secara resmi meminta restu para pemegang saham untuk melaksanakan dua agenda strategis: spin-off UUS menjadi entitas bisnis yang mandiri dan akuisisi PT Bank Victoria Syariah (BVIS).
Keputusan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan BTN Syariah untuk bertransformasi menjadi Bank Umum Syariah (BUS) yang lebih besar dan berdaya saing. Agenda krusial ini menjadi sorotan utama dalam mata acara rapat keenam dan ketujuh RUPST, sebagaimana diumumkan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dukungan OJK terhadap Konsolidasi Perbankan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Dian Ediana Rae, secara terbuka menyatakan dukungan penuh terhadap langkah konsolidasi yang dilakukan BTN. OJK meyakini bahwa pemisahan UUS yang dikombinasikan dengan penggabungan usaha akan menghasilkan bank syariah yang lebih sehat, kuat, dan memiliki skala yang lebih besar.
"Konsolidasi ini menjadi esensi untuk menciptakan perbankan syariah yang kompetitif dan relevan di era modern," ujar Dian Ediana Rae.
Agenda RUPST yang Komprehensif
Selain agenda spin-off dan akuisisi BVIS, RUPST BTN juga membahas sejumlah agenda penting lainnya, meliputi:
- Laporan Tahunan Perseroan
- Penggunaan Laba Bersih
- Penetapan Gaji serta Insentif Direksi dan Dewan Komisaris
- Penunjukan Akuntan Publik
- Usulan Plafon Hapus Tagih
- Perubahan Anggaran Dasar Perseroan
- Perubahan Susunan Pengurus Perseroan
Perubahan Susunan Pengurus
RUPST kali ini juga mengagendakan perubahan dalam susunan pengurus perseroan. Salah satu perubahan yang telah dikonfirmasi adalah penunjukan Hakim Putratama sebagai Direktur Operations Bank Rakyat Indonesia (BRI), yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Operations & Customer Experience di BTN. Sementara itu, posisi Direktur Utama BTN tetap dipercayakan kepada Nixon L.P. Napitupulu, yang telah menjabat sejak RUPST 16 Maret 2023.
Kinerja Keuangan BTN Tahun 2024
BTN mencatatkan laba bersih sebesar Rp3 triliun pada akhir tahun 2024. Meskipun mengalami penurunan sekitar 14 persen dibandingkan dengan laba bersih tahun 2023 yang mencapai Rp3,5 triliun, BTN tetap menunjukkan kinerja yang solid dalam penyaluran kredit dan pembiayaan, mencapai Rp357,97 triliun sepanjang tahun 2024, tumbuh 7,3 persen secara tahunan. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami kenaikan sebesar 9,1 persen menjadi Rp381,67 triliun.
Perseroan optimis dapat mencapai target aset sebesar Rp500 triliun pada tahun ini, didorong oleh pertumbuhan kredit dan DPK yang berkelanjutan.
Rangkaian RUPST Bank-Bank Himbara
Pelaksanaan RUPST BTN yang semula dijadwalkan pada tanggal 14 Maret 2025, diundur menjadi tanggal 26 Maret 2025, mengikuti jadwal bank-bank lain yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Sebelumnya, BRI telah menyetujui pembagian dividen sebesar Rp51,73 triliun, Bank Mandiri menyepakati dividen sebesar Rp43,5 triliun, dan Bank Negara Indonesia membagikan dividen sebesar Rp13,95 triliun. BTN akan menentukan apakah dividend payout ratio akan tetap berada di kisaran 20 persen seperti tahun sebelumnya atau mengalami peningkatan.
Langkah strategis BTN dalam melakukan spin-off UUS dan mengakuisisi Bank Victoria Syariah menunjukkan komitmen perusahaan untuk memperkuat posisinya di industri perbankan syariah dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional. Dengan dukungan dari OJK dan restu dari para pemegang saham, BTN siap untuk mewujudkan visi menjadi bank umum syariah yang terkemuka di Indonesia.