Antisipasi Kepadatan Mudik: Polri Siapkan Skema One Way di Tol Japek Jika Volume Kendaraan Meningkat Signifikan
markdown KARAWANG, JAWA BARAT - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengumumkan kesiapan penerapan rekayasa lalu lintas, termasuk sistem one way atau satu arah, di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan selama periode mudik. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa skema ini akan diaktifkan secara bertahap, dimulai dengan contraflow, dan ditingkatkan menjadi one way jika kondisi lalu lintas semakin padat.
"Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memantau secara ketat titik-titik rawan kepadatan, terutama di sekitar Km 50 Tol Japek," ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan keterangan pers di Rest Area Km 57 Tol Japek, Rabu (25/3/2025). "Sejumlah opsi rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk memastikan kelancaran arus mudik."
Berikut adalah tahapan rekayasa lalu lintas yang akan diberlakukan:
- Ganjil Genap: Sistem ganjil genap akan tetap diberlakukan sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang telah diterbitkan.
- Contraflow: Jika volume kendaraan mulai meningkat, contraflow akan diaktifkan di Km 47 hingga Km 70 Tol Japek. Ini merupakan langkah awal untuk menambah kapasitas jalan dan mengurai kepadatan.
- One Way: Skema one way akan menjadi opsi terakhir jika volume kendaraan terus meningkat secara signifikan. Menurut perhitungan kepolisian, jika volume kendaraan melebihi 8.000 unit, sistem one way akan diimplementasikan. Namun jika volume kendaraan di bawah 7.000 kendaraan, maka yang akan diberlakukan adalah rekayasa contraflow.
Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya penyebaran informasi yang akurat dan tepat waktu kepada masyarakat. Polri akan memanfaatkan berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial dan media massa, untuk memberikan informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas dan rekayasa yang diberlakukan.
"Kami mengimbau kepada seluruh pemudik untuk selalu memantau informasi lalu lintas terbaru dan mengikuti arahan petugas di lapangan," tegas Kapolri. "Dengan kerjasama yang baik antara Polri, instansi terkait, dan masyarakat, diharapkan arus mudik tahun ini dapat berjalan lancar dan aman."
Penerapan rekayasa lalu lintas ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat yang digelar Polri setiap tahun untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran. Polri berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat agar dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan aman dan nyaman.
Koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, dan pemerintah daerah, terus dilakukan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan rekayasa lalu lintas. Petugas kepolisian juga akan ditempatkan di titik-titik strategis untuk memberikan bantuan dan informasi kepada pemudik.
Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang solid, Polri optimis dapat mengelola arus mudik Lebaran dengan baik dan meminimalkan potensi kemacetan di ruas-ruas jalan tol.