Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) Raup Rp 2 Triliun dari Penerbitan Sukuk Ijarah Perdana
Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) Raup Rp 2 Triliun dari Penerbitan Sukuk Ijarah Perdana
Jakarta, Indonesia – PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), perusahaan kontraktor pertambangan terkemuka yang merupakan anak usaha PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID), sukses mencatatkan Sukuk Ijarah I BUMA Tahun 2025 senilai Rp 2 triliun di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penerbitan sukuk perdana ini menandai langkah strategis BUMA dalam memperkuat fundamental keuangan dan mendukung ekspansi bisnis berkelanjutan.
Pencatatan sukuk ini diumumkan secara resmi oleh Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian Manullang. Beliau menyampaikan apresiasi atas kerja keras manajemen dan karyawan BUMA dalam mewujudkan penerbitan sukuk ini. Sukuk Ijarah I BUMA Tahun 2025 menjadi emisi sukuk ijarah ketiga yang tercatat di BEI pada tahun 2025, dari total 59 emisi sukuk ijarah yang ada.
Antusiasme Investor Tinggi
Penerbitan Sukuk Ijarah I BUMA Tahun 2025 ini disambut antusias oleh para investor. Permintaan terhadap sukuk ini bahkan melebihi penawaran (oversubscribed) hingga 1,1 kali. Hal ini mencerminkan kepercayaan yang tinggi dari investor terhadap kinerja keuangan dan prospek bisnis BUMA di masa depan.
Direktur BUMA International Group, Iwan Fuad Salim, mengungkapkan bahwa lebih dari 50% investasi yang masuk memiliki jangka waktu 5 tahun. Preferensi investor terhadap investasi jangka panjang ini menunjukkan keyakinan mereka terhadap stabilitas keuangan BUMA dan komitmen perusahaan untuk menjadi perusahaan pertambangan global yang berkelanjutan.
Alokasi Dana untuk Operasional dan Ekspansi
Dana yang diperoleh dari penerbitan sukuk ini akan dialokasikan secara strategis untuk mendukung operasional dan pengembangan bisnis BUMA di Indonesia. Alokasi dana terbagi menjadi dua bagian:
- 50% untuk belanja modal (capital expenditure/capex).
- 50% untuk modal kerja (working capital).
Belanja modal akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi operasional BUMA, termasuk investasi dalam peralatan dan teknologi pertambangan. Sementara itu, modal kerja akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari, seperti pembelian bahan bakar, suku cadang, dan biaya operasional lainnya.
Peringkat Kredit yang Solid
Bukti nyata dari solidnya fundamental keuangan BUMA adalah perolehan peringkat A+ Syariah dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dan Fitch Ratings. Peringkat ini menunjukkan bahwa BUMA memiliki kemampuan yang kuat untuk memenuhi kewajiban keuangannya dan memiliki profil risiko gagal bayar yang rendah.
Penerbitan Sukuk Ijarah I BUMA Tahun 2025 ini melibatkan sejumlah lembaga keuangan terkemuka sebagai penjamin pelaksana emisi (joint lead underwriters), yaitu:
- PT BNI Sekuritas
- PT BCA Sekuritas
- PT Sucor Sekuritas
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat dalam penerbitan sukuk ini.
Keberhasilan penerbitan sukuk ini menjadi tonggak penting bagi BUMA dalam memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan kontraktor pertambangan terkemuka di Indonesia. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.