GKI Papua Kecam Aksi Brutal KKB di Anggruk: Guru dan Nakes Jadi Korban, Pelayanan Terhenti

Duka Mendalam Sinode GKI Papua Atas Serangan KKB di Anggruk

Jayapura - Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua menyampaikan rasa duka yang mendalam atas aksi penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyasar guru dan tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Insiden tragis yang terjadi pada Jumat, 21 Maret 2025 ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga menghentikan pelayanan pendidikan dan kesehatan di wilayah tersebut.

Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, dengan didampingi Wakil Ketua I, Hezkia Rollo, mengungkapkan kekecewaan dan keprihatinannya atas tindakan keji yang merusak nilai-nilai kemanusiaan dan menghancurkan upaya pelayanan Injil yang selama ini telah membawa terang bagi masyarakat pedalaman Papua. "Kami sangat berduka dan menyesali peristiwa ini. Anggruk, yang merupakan wilayah pelayanan kami dengan 65 jemaat yang tersebar di 9 distrik, selama ini dikenal aman. Kejadian ini sangat mengejutkan dan mencoreng kedamaian yang telah terjaga selama 64 tahun sejak masuknya Pekabaran Injil," tegasnya dalam konferensi pers di Kantor Sinode GKI di Tanah Papua, Kota Jayapura, Rabu (26/3/2025).

Serangan KKB yang merenggut nyawa seorang guru bernama Rosalia Rerek Sogen, dan melukai beberapa tenaga medis, telah memaksa penutupan fasilitas pendidikan dan kesehatan. Dampaknya, masyarakat Anggruk kehilangan akses terhadap layanan vital yang selama ini menjadi tumpuan harapan mereka. "Kekerasan ini bukan hanya mencederai para pelayan kemanusiaan, tetapi juga menghancurkan harapan masyarakat akan kemajuan dan pelayanan yang layak," imbuh Pdt. Andrikus.

Langkah Strategis Sinode GKI Merespon Krisis di Anggruk

Menyikapi situasi darurat ini, Sinode GKI di Tanah Papua telah mengambil sejumlah langkah strategis, antara lain:

  • Menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berjanji untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak demi memastikan keselamatan warga gereja.
  • Mengimbau para tokoh agama, pendeta, aparat keamanan, dan pemerintah daerah untuk melakukan pendampingan pastoral guna menenangkan masyarakat yang mengungsi ke hutan karena trauma dan ketakutan.
  • Mengambil langkah-langkah strategis dengan berbagai pihak untuk mengatasi dampak kekerasan di Distrik Anggruk, termasuk pemulihan trauma dan pembangunan kembali fasilitas yang rusak.
  • Menyerukan kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan berita palsu (hoaks) yang dapat memperburuk situasi dan memicu konflik yang lebih luas.

"Kami ingin memastikan bahwa pelayanan Injil dan nilai-nilai kemanusiaan dapat terus berjalan, meskipun dalam kondisi yang sulit. Kami juga berdoa agar perdamaian segera kembali ke Anggruk dan masyarakat dapat hidup dengan tenang dan aman," ujar Pdt. Andrikus.

Evakuasi Korban dan Pemakaman Guru Rosalia Rerek Sogen

Guru Rosalia Rerek Sogen, korban meninggal dalam serangan KKB, telah dimakamkan di kampung halamannya di Larantuka, Distrik Lewotala, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara itu, tujuh guru dan tenaga kesehatan yang mengalami luka-luka telah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Marthen Indey, Kota Jayapura.

Sebagai langkah antisipasi dan untuk menjamin keselamatan para pelayan, seluruh guru dan tenaga medis yang bertugas di wilayah Distrik Anggruk telah dievakuasi ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dan Jayapura.

Sinode GKI berharap semua pihak dapat bergandengan tangan untuk memulihkan situasi, memberikan keamanan, dan membangun kembali harapan baru bagi masyarakat di wilayah Distrik Anggruk. Peristiwa ini menjadi ujian bagi solidaritas dan komitmen untuk mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan di Tanah Papua.