Lonjakan Pemudik Terpantau: Lebih dari 352 Ribu Penumpang dan 81 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jawa Menuju Sumatera Jelang Lebaran 2025

Lonjakan Pemudik Terpantau: Lebih dari 352 Ribu Penumpang dan 81 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jawa Menuju Sumatera Jelang Lebaran 2025

Jelang perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah, pergerakan masyarakat yang hendak mudik ke kampung halaman semakin terasa. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah penumpang dan kendaraan yang menyeberang dari Pulau Jawa menuju Sumatera. Terhitung sejak H-10 Lebaran, sebanyak 352.019 penumpang dan 81.874 unit kendaraan telah meninggalkan Jawa melalui jalur laut.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan matang untuk menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran tahun ini. Persiapan tersebut meliputi:

  • Peningkatan kapasitas armada kapal
  • Pemaksimalan fasilitas pelabuhan
  • Implementasi sistem digitalisasi tiket Ferizy

Persiapan tersebut bertujuan untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan para pemudik yang akan menyeberang dari Jawa ke Sumatera. Heru menambahkan, puncak arus mudik Lebaran 2025 diprediksi akan terjadi pada hari Jumat, 28 Maret atau H-3 Lebaran.

Dalam konferensi pers yang diadakan di Sosoro-Merak, Heru Widodo memastikan bahwa Pelabuhan Merak dan fasilitas pendukungnya telah siap sepenuhnya untuk melayani para pemudik. Sebanyak 67 unit kapal disiagakan, dengan dukungan 7 dermaga yang siap beroperasi secara maksimal.

"Data yang kami himpun sejak H-10 menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan dalam pergerakan penumpang dan kendaraan. Hal ini salah satunya dipicu oleh kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah, sehingga masyarakat memiliki fleksibilitas untuk melakukan perjalanan mudik lebih awal," ujar Heru.

Analisis Data Arus Mudik H-5:

Berdasarkan data dari posko Angkutan Lebaran 2025, pergerakan pemudik melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada H-5 menunjukkan dinamika yang menarik:

  • Penumpang: Sebanyak 87.845 penumpang menyeberang dari Jawa ke Sumatera, meningkat 1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (87.003 orang).
  • Kendaraan Roda Dua: Terjadi lonjakan signifikan sebesar 20.9%, dengan 5.704 unit sepeda motor menyeberang dibandingkan 4.716 unit pada tahun lalu.
  • Kendaraan Roda Empat: Mengalami penurunan tipis sebesar 3.3%, dengan 12.731 unit mobil menyeberang dibandingkan 13.162 unit pada periode yang sama tahun lalu.
  • Total Kendaraan: Secara keseluruhan, tercatat 21.422 unit kendaraan menyeberang, turun 2.5% dibandingkan tahun lalu (21.970 unit).

Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, menyampaikan data kumulatif pergerakan pemudik dari H-10 hingga H-5:

  • Penumpang: Total 352.019 orang menyeberang dari Jawa ke Sumatera, meningkat 21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (290.956 orang).
  • Kendaraan: Total 81.874 unit kendaraan menyeberang, meningkat 12.6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (72.688 unit).

Arus Balik dari Sumatera ke Jawa (H-5):

Data dari Posko Bakauheni (Pelabuhan Bakauheni, Panjang, dan BBJ Muara Pilu) menunjukkan pergerakan arus balik dari Sumatera ke Jawa:

  • Kapal Beroperasi: 51 unit kapal.
  • Penumpang: 44.333 orang menyeberang, turun 8.6% dibandingkan tahun lalu (48.490 orang).
  • Kendaraan: 7.987 unit menyeberang, turun 16.5% dibandingkan tahun lalu (9.567 unit).

Secara kumulatif dari H-10 hingga H-5, pergerakan dari Sumatera ke Jawa adalah:

  • Penumpang: 230.465 orang menyeberang, meningkat 13.5% dibandingkan tahun lalu (203.070 orang).
  • Kendaraan: 47.062 unit menyeberang, meningkat 3.6% dibandingkan tahun lalu (45.406 unit).

ASDP terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Kepolisian, dan berbagai pihak terkait untuk mengatur lalu lintas dan memastikan keamanan serta kenyamanan para pemudik. Digitalisasi layanan dan kesiapan armada menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan kelancaran arus mudik Lebaran 2025.

"Prioritas utama kami adalah keamanan dan kenyamanan para pemudik. Dengan persiapan yang matang, digitalisasi layanan, dan koordinasi yang solid, kami optimis arus mudik tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan aman," pungkas Shelvy Arifin.