Sampoerna Pacu Devisa Negara: Ekspansi Ekspor Produk Tembakau Alternatif ke Pasar Global
markdown Ekspansi ekspor produk tembakau inovatif bebas asap terus digenjot oleh PT HM Sampoerna Tbk (HMSP). Perusahaan rokok terkemuka ini baru saja memperluas jangkauan ekspor produk IQOS Terea dari fasilitas produksinya yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat. Langkah ini semakin mengukuhkan komitmen Sampoerna dalam berkontribusi pada perekonomian Indonesia melalui investasi jangka panjang dan hilirisasi industri tembakau.
Ekspor terbaru Sampoerna menyasar Malaysia, salah satu pasar utama produk tembakau alternatif bebas asap, serta Armenia sebagai destinasi ekspor perdana. Direktur Sampoerna, Elvira Lianita, menegaskan bahwa ekspansi ini adalah bukti nyata upaya perusahaan dalam memperluas jangkauan ekspor dan memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Upaya ini mencerminkan peran aktif Sampoerna dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui investasi berkelanjutan, hilirisasi, inovasi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan sumber daya manusia, dan menciptakan nilai tambah untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 8 persen," ujar Elvira dalam keterangan resminya.
Selain Malaysia dan Armenia, Sampoerna juga telah melakukan ekspor produk tembakau inovatif bebas asap ke Jepang dan Belanda (Rotterdam) pada tanggal 20 dan 24 Maret 2025. Produk-produk ini dipasarkan di area bebas bea (Duty Free).
Pertumbuhan Ekspor yang Signifikan
Pada tahun 2024, Sampoerna telah berhasil mengekspor produk tembakau inovatif bebas asap IQOS Terea ke 15 negara tujuan. Angka ini meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2023, menunjukkan keberhasilan strategi ekspansi perusahaan dalam memperluas jangkauan pasar global.
Secara keseluruhan, nilai ekspor Sampoerna bersama dengan PT Philip Morris Indonesia (PMID) pada tahun 2024 mencapai hampir 250 juta dollar AS, mencakup produk rokok dan produk tembakau inovatif bebas asap. Dari total tersebut, sekitar 20 persen atau lebih dari 50 juta dollar AS berasal dari ekspor produk tembakau bebas asap, yang mengalami peningkatan hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Dukungan Terhadap Industri Lokal
Untuk memastikan kelancaran operasional dan memenuhi kebutuhan bahan baku, Sampoerna bermitra dengan lebih dari 22.000 petani tembakau dan cengkih di seluruh Indonesia. Selain itu, perusahaan juga menggunakan barang dan jasa dari sekitar 1.700 pemasok lokal, menunjukkan komitmennya dalam mendukung perekonomian daerah.
Dalam memasarkan produk tembakau inovatif bebas asap, Sampoerna juga menjalin kerjasama dengan 600 UMKM lokal di 20 kota di Indonesia. Kemitraan ini telah menciptakan lebih dari 1.300 lapangan kerja baru dan melibatkan lebih dari 18.000 anggota Sampoerna Retail Community (SRC).
Investasi Besar dalam Fasilitas Produksi
Sebagai wujud komitmen jangka panjang, Sampoerna telah menginvestasikan 330 juta dollar AS atau setara dengan Rp 5,3 triliun pada tahun 2023 untuk membangun fasilitas produksi produk tembakau inovatif bebas asap di Karawang, Jawa Barat.
Fasilitas ini merupakan pabrik produk tembakau inovatif bebas asap Philip Morris International (PMI) pertama di Asia Tenggara dan yang ketujuh di dunia. Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, pabrik ini juga menjadi pusat ekspor PMI ke lebih dari 30 negara tujuan di wilayah Asia Pasifik, baik untuk produk rokok maupun produk tembakau yang dipanaskan.
Fasilitas produksi di Karawang ini juga dilengkapi dengan laboratorium penelitian dan pengembangan kelas dunia (advanced lab), yang merupakan salah satu dari empat laboratorium produk tembakau inovatif bebas asap milik PMI di dunia dan satu-satunya di kawasan Asia Tenggara. Laboratorium ini melakukan pengujian dan analisis kualitas produk tembakau inovatif bebas asap di berbagai afiliasi PMI, didukung oleh 200 tenaga ahli Indonesia dengan kualifikasi tinggi.
Inovasi dan Pengurangan Risiko
"Kehadiran produk tembakau inovatif bebas asap di Indonesia adalah wujud komitmen perusahaan untuk terus berinovasi yang berlandaskan pada penelitian ilmiah serta pendekatan pengurangan bahaya pada produk tembakau. Upaya ini bertujuan untuk memberikan pilihan yang lebih baik bagi perokok dewasa," jelas Elvira.
Elvira juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh yang diberikan oleh pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan Republik Indonesia, yang telah menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan bisnis perusahaan. Ia berharap dukungan ini dapat terus berlanjut di masa depan.
"Kami percaya bahwa potensi ekspor masih dapat ditingkatkan. Oleh karena itu, kami membutuhkan dukungan Kementerian Keuangan dalam bentuk kebijakan yang tepat untuk mendorong ekspor ke pasar global," pungkasnya.