Jelang Mudik Lebaran, Bupati Aceh Timur Intensifkan Pengawasan SPBU dan Ketersediaan Pangan

Aceh Timur Siaga Penuh Sambut Arus Mudik Lebaran

Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2025, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mengambil langkah proaktif dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan memantau ketersediaan bahan pokok. Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, turun langsung ke lapangan pada Kamis (27/3/2025) untuk memastikan pelayanan terbaik bagi para pemudik yang melintasi wilayahnya.

Jaminan BBM Berkualitas dan Tepat Takaran

Fokus utama sidak SPBU adalah memastikan bahwa seluruh SPBU di Aceh Timur menyediakan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan kualitas yang sesuai standar Pertamina dan takaran yang tepat. Bupati Al-Farlaky menegaskan komitmennya untuk melindungi konsumen dari praktik kecurangan yang merugikan.

"Kami tidak akan mentolerir adanya SPBU yang bermain curang. Masyarakat harus mendapatkan haknya, yaitu BBM yang berkualitas dan sesuai dengan takaran yang dibeli," tegas Bupati Al-Farlaky saat melakukan pengecekan di SPBU Blang Bitra. Hasil pengecekan di SPBU Blang Bitra menunjukkan bahwa takaran BBM sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Inspeksi rutin akan terus dilakukan oleh dinas terkait atas instruksi Bupati untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan memberikan rasa aman bagi para pemudik.

Ketersediaan dan Stabilitas Harga Bahan Pokok Terjaga

Selain BBM, Bupati Al-Farlaky juga menaruh perhatian besar pada ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Lebaran. Tim Pemkab Aceh Timur telah diterjunkan untuk memantau harga dan stok komoditas penting seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur.

"Alhamdulillah, sejauh ini ketersediaan bahan pokok di Aceh Timur mencukupi kebutuhan masyarakat. Meskipun ada sedikit kenaikan harga pada komoditas cabai karena pasokan dari Sumatera Utara berkurang, kami optimis harga akan segera kembali normal menjelang dan setelah Lebaran," jelasnya.

Pemberdayaan Petani Lokal untuk Stabilkan Harga

Guna menekan inflasi dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus mendorong pemberdayaan petani lokal. Bupati Al-Farlaky mengajak petani untuk menanam komoditas yang memiliki permintaan tinggi di pasar.

"Kita terus giatkan petani lokal untuk menanam komoditas sesuai kebutuhan pasar. Alhamdulillah, saat ini bawang merah yang beredar di Aceh Timur sudah sepenuhnya dipasok oleh petani lokal, tidak lagi bergantung pada pasokan dari Sumatera Utara," pungkasnya.

Dengan langkah-langkah antisipatif ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur berharap dapat memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik dan menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang Hari Raya Idul Fitri.