BBPOM DKI Jakarta Bantah Isu Jamu Beralkohol Dibagikan Gratis di Posko Mudik
BBPOM DKI Jakarta Luruskan Kabar Viral Pembagian Jamu Gratis di Posko Mudik
Kabar yang beredar di media sosial mengenai pembagian minuman jamu gratis yang disebut mengandung alkohol di posko mudik telah memicu keresahan di masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta turun tangan untuk melakukan penelusuran dan memberikan klarifikasi.
Isu ini mencuat setelah sebuah unggahan viral di media sosial menyoroti kegiatan pembagian minuman gratis di beberapa titik strategis rute mudik, yang diklaim berlangsung pada tanggal 27 hingga 29 Maret 2025. Unggahan tersebut memicu kekhawatiran, terutama di kalangan umat Muslim, mengingat konsumsi alkohol diharamkan dalam agama Islam.
Salah seorang netizen mengungkapkan keprihatinannya melalui media sosial, "Jadi tolong dong, untuk teman-teman ataupun untuk brand, jika memang brand itu fokusnya adalah minuman beralkohol, sebaiknya tidak membuat campaign untuk teman-teman muslim, karena teman-teman muslim itu haram untuk mengkonsumsi alkohol."
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala BBPOM DKI Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar, segera memerintahkan timnya untuk melakukan investigasi langsung ke lokasi-lokasi yang disebutkan dalam unggahan viral, termasuk Terminal Kalideres dan Terminal Kampung Rambutan. Penelusuran dilakukan pada hari Kamis, 27 Maret 2025.
Hasil Investigasi BBPOM DKI Jakarta
Hasil investigasi menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya produk minuman beralkohol yang dibagikan secara gratis di posko mudik. Sofiyani menegaskan bahwa booth-booth yang beroperasi di terminal tersebut tidak menyediakan minuman beralkohol seperti anggur, kolesom, atau beras kencur.
"Kami sampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan itu memang tidak ada (alkohol) di booth, yang beraktivitas membagikan minuman gratis pada pemudik," ujar Sofiyani saat dihubungi oleh media.
Lebih lanjut, Sofiyani menjelaskan bahwa produk yang dibagikan secara gratis kepada para pemudik meliputi:
- Kopi
- Biskuit
- Permen
- Jamu
Disinformasi dan Imbauan
Berdasarkan temuan tersebut, BBPOM DKI Jakarta menyimpulkan bahwa informasi yang beredar di media sosial adalah tidak benar atau disinformasi. Tidak ada kegiatan pembagian minuman jamu seduhan yang mengandung alkohol di posko mudik.
"Tidak kegiatan yang membagikan minuman jamu seduhan itu tidak ada," tegas Sofiyani.
BBPOM DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan bijak dalam menerima informasi yang beredar di media sosial. Selalu lakukan verifikasi terhadap kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, terutama jika informasi tersebut berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.