Antisipasi Bencana Hidrometeorologi: BPBD Malang Siagakan Posko di Jalur Mudik dan Wisata Lebaran 2025
Kabupaten Malang bersiap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama periode mudik dan libur Lebaran 2025. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang telah memetakan sejumlah titik rawan bencana di sepanjang jalur mudik dan lokasi wisata, serta menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk meminimalkan risiko dan dampak yang mungkin terjadi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengungkapkan bahwa pemetaan titik rawan bencana ini meliputi potensi banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Berdasarkan hasil pemetaan, terdapat 16 kecamatan yang diidentifikasi sebagai wilayah rawan banjir. Kecamatan-kecamatan tersebut meliputi:
- Pujon
- Ngantang
- Kasembon
- Karangploso
- Dau
- Singosari
- Lawang
- Pakis
- Poncokusumo
- Ampelgading
- Tirtoyudo
- Dampit
- Sumbermanjing Wetan
- Gedangan
- Kalipare
- Wagir
Selain banjir, potensi tanah longsor juga menjadi perhatian utama. Sebanyak 17 kecamatan di Kabupaten Malang masuk dalam kategori rawan longsor, yaitu:
- Pujon
- Ngantang
- Kasembon
- Karangploso
- Dau
- Singosari
- Lawang
- Poncokusumo
- Tumpang
- Ampelgading
- Tirtoyudo
- Dampit
- Sumbermanjing Wetan
- Wagir
- Kromengan
- Ngajum
- Wonosari
Ancaman angin kencang atau puting beliung juga tidak luput dari perhatian BPBD. Beberapa kecamatan yang berpotensi terdampak angin kencang antara lain:
- Karangploso
- Dau
- Singosari
- Lawang
- Pakis
- Jabung
- Tajinan
- Poncokusumo
- Bululawang
- Gondanglegi
- Sumberpucung
- Kepanjen
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Malang telah membentuk posko lapangan di beberapa titik strategis, yaitu Ngantang, Singosari, Tumpang, dan Tirtoyudo. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi dan respons cepat jika terjadi bencana. Selain itu, BPBD juga menyiapkan sumber daya logistik, personel, dan peralatan yang memadai untuk penanganan darurat.
"Kami terus melakukan pemantauan secara berkala dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah kecamatan, desa, dan relawan," ujar Sadono. "Kami juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pemudik dan wisatawan, untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap potensi bencana hidrometeorologi."
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk memantau perkembangan informasi cuaca dari sumber-sumber resmi dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang berisiko di dekat sungai, lereng curam, atau area terbuka saat cuaca buruk.
Sebagai informasi tambahan, bencana angin kencang sempat melanda wilayah Kabupaten Malang bagian selatan pada akhir pekan lalu, mengakibatkan kerusakan pada 24 rumah warga. Rincian kerusakan tersebut meliputi 15 rumah rusak ringan, 4 rumah rusak sedang, dan 5 rumah rusak berat. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.
Dengan langkah-langkah antisipasi yang telah disiapkan, BPBD Kabupaten Malang berharap dapat meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi selama periode mudik dan libur Lebaran 2025, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.