Antrean Panjang Warnai Puncak Mudik di Pelabuhan Merak: Pemudik Keluhkan Waktu Tunggu hingga 4 Jam

Puncak Arus Mudik Lebaran 2025: Pemudik Terjebak Antrean Panjang di Pelabuhan Merak

Puncak arus mudik Lebaran 2025 menyebabkan antrean panjang kendaraan di Pelabuhan Merak, Banten, pada Sabtu (29/3/2025). Ratusan pemudik, yang sebagian besar menggunakan kendaraan pribadi, dilaporkan tertahan di area parkir pelabuhan selama berjam-jam saat menunggu giliran untuk memasuki kapal feri.

Burhanudin, seorang pemudik asal Cianjur, mengungkapkan bahwa ia telah menunggu di pelabuhan sejak pukul 01.30 WIB. "Dari jam 01.30 sekarang sudah pukul 05.00. Ya lama juga sih nunggu, kasihan saya bawa anak kecil juga," ujarnya dengan nada khawatir. Ia menjelaskan bahwa perjalanan dari Cianjur menuju pelabuhan relatif lancar, namun antrean panjang di area pelabuhan menjadi kendala utama.

Nisa, pemudik lain yang hendak menuju Palembang, juga mengalami hal serupa. Ia tiba di Merak sekitar pukul 01.00 WIB dan harus menunggu hingga pukul 05.00 WIB untuk bisa masuk ke kapal. "Tadi sih nyampenya Merak dari jam 01.00. Sekarang sudah pukul 5, berarti sekitar 4 jam," keluhnya. Nisa menambahkan bahwa lalu lintas dari Jakarta menuju Merak cukup lancar, namun kepadatan mulai terasa saat memasuki area pelabuhan.

Kondisi ini menyebabkan penumpukan kendaraan yang mengular hingga ke area parkir sebelum pintu masuk kapal. Para pemudik berharap agar proses masuk ke kapal dapat dipercepat, terutama bagi mereka yang membawa anak-anak.

PT ASDP Indonesia Ferry sebelumnya telah memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2025 akan terjadi pada Jumat (28/3/2025). Guna mengantisipasi lonjakan penumpang, ASDP telah menyiapkan 67 kapal dan 7 dermaga yang beroperasi di lintasan Merak-Bakauheni.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyatakan bahwa kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan percepatan libur sekolah turut membantu kelancaran arus mudik tahun ini. Menurutnya, kebijakan tersebut memungkinkan masyarakat untuk mudik lebih awal sehingga mengurangi kepadatan di pelabuhan pada puncak arus mudik.

"Tren pergerakan kendaraan penumpang mengalami kenaikan cukup tinggi, yang salah satunya didorong kebijakan WFA yang diterapkan pemerintah. Sehingga masyarakat melakukan perjalanan mudik lebih awal, demi mengantisipasi terjadinya antrian signifikan di pelabuhan," kata Heru.

Data menunjukkan bahwa sejak H-10 hingga H-4 Lebaran, sebanyak 50 kapal telah beroperasi dengan total 908 perjalanan. Jumlah penumpang yang telah diseberangkan ke Sumatera mencapai 493.967 orang, terdiri dari 34.845 pejalan kaki dan 459.122 orang di dalam kendaraan. Selain itu, sebanyak 104.626 unit kendaraan telah diseberangkan melalui rute Merak-Bakauheni dan Ciwandan-Wika Beton.

Antisipasi dan Imbauan

ASDP mengimbau kepada para pemudik untuk terus memantau informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas dan jadwal keberangkatan kapal feri. Pemudik juga disarankan untuk membeli tiket feri secara online untuk menghindari antrean di loket. Selain itu, pemudik diimbau untuk mempersiapkan diri dengan membawa perbekalan yang cukup, terutama bagi yang membawa anak-anak.

Dengan adanya antrean panjang yang terjadi di Pelabuhan Merak, diharapkan pihak terkait dapat segera mengambil langkah-langkah strategis untuk mempercepat proses embarkasi dan debarkasi penumpang. Hal ini penting untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan para pemudik selama perjalanan mudik Lebaran 2025.

Berikut adalah beberapa tips untuk para pemudik yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Merak:

  • Beli tiket feri secara online jauh-jauh hari.
  • Datang ke pelabuhan lebih awal dari jadwal keberangkatan.
  • Siapkan perbekalan yang cukup, terutama makanan dan minuman.
  • Bawa obat-obatan pribadi yang diperlukan.
  • Pastikan kendaraan dalam kondisi prima.
  • Ikuti arahan dari petugas pelabuhan.
  • Tetap sabar dan jaga ketertiban selama berada di pelabuhan.