Hikmah Umrah: Bopak Castello Bertobat dari Mulut 'Sompral' Usai Mendapat Teguran Spiritual
Hikmah Umrah: Bopak Castello Bertobat dari Mulut 'Sompral' Usai Mendapat Teguran Spiritual
Komedian Indrayana Bidwy, yang lebih dikenal dengan nama Bopak Castello, baru-baru ini membagikan pengalaman spiritualnya yang mendalam selama menunaikan ibadah umrah. Pengalaman ini menjadi titik balik baginya, terutama dalam hal menjaga ucapan dan perilaku.
Ini bukan kali pertama Bopak menginjakkan kaki di Tanah Suci. Ia mengungkapkan bahwa umrah kali ini adalah yang kedua, dan ia berangkat bersama sang istri, Gita Resya. Namun, ada perbedaan signifikan antara umrah pertama dan kedua. Bopak mengaku, pada umrah sebelumnya, ia kurang menjaga lisan dan cenderung bersikap sombong. Ia menggunakan istilah 'mulut sompral' untuk menggambarkan kecerobohannya dalam berucap.
"Pas pertama umrah bareng istri, kan mulut kita tukang nyela. Ternyata ujiannya pertama di situ. Nyela pas naik lift, eh liftnya tiba-tiba (terlihatnya) tembok semua. Langsung kita istighfar, 'Ya Allah, astaghfirullah'. Baru deh temboknya jadi kamar lagi," ungkap Bopak saat ditemui di Jakarta Selatan.
Pengalaman aneh di dalam lift tersebut menjadi teguran keras baginya. Ia menyadari bahwa di Tanah Suci, logika semata tidak cukup untuk memahami segala sesuatu. Ada kekuatan yang lebih besar, yaitu kebesaran Allah SWT, yang mengatur segala kejadian.
"Jadi kita di dunia umrah gitu, kita ke Tanah Suci, jangan main logikalah. Emang Allah punya aturan di situ," jelas komedian berusia 57 tahun itu.
Belajar dari pengalaman pahit tersebut, Bopak bertekad untuk memperbaiki diri pada umrah kedua. Ia berusaha keras untuk menjaga sikap, berhati-hati dalam berucap, dan menghormati tempat suci. Ia tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama.
Beberapa bulan lalu, saat menjalankan umrah kedua, Bopak merasakan ketenangan dan kedamaian yang berbeda. Ia lebih fokus pada ibadah dan berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia juga terhindar dari kejadian-kejadian aneh yang dialaminya pada umrah sebelumnya.
Selain itu, ada momen mengharukan yang dialami Bopak selama umrah kedua. Ia bertemu dengan seorang jemaah yang memiliki kemiripan luar biasa dengan mendiang ibunya. Pertemuan ini sangat menyentuh hatinya, mengingat ia memiliki kenangan yang terbatas dengan sang ibu.
"Iya, makanya pas umrah ke dua sama istri nggak nyela, malah ditemui orang mirip orang tua. Mirip asli banget," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Bopak merasa bahwa pertemuan tersebut adalah hadiah dari Allah SWT. Ia tidak menyangka akan dipertemukan dengan seseorang yang sangat mirip dengan ibunya di Tanah Suci. Momen ini membuatnya semakin terenyuh dan bersyukur.
"Ya Allah, luar biasa banget. Bopak nggak mikirin, itu Allah kalau sudah memberikan kejutan kepada hamba-Nya itu luar biasa. Kita puluhan tahun nggak ketemu ibu, tiba-tiba diwujudkan di situ, itu mirip, mukanya, pokoknya semuanya mirip. Gimana nggak jengkel, kita kan terharu," sambung Bopak dengan suara bergetar.
Bopak mengakui bahwa ia sangat merindukan sosok ibunya. Ia terpisah dari ibunya sejak kecil dan baru dipertemukan kembali saat usianya menginjak 40 tahun. Sayangnya, kebersamaan mereka hanya berlangsung selama empat bulan sebelum ibunya meninggal dunia.
"Pokoknya Bopak kalau masalah ibu pasti nangis. Kita ini dari segi emosional, sisi kasih sayang ketinggalan," pungkasnya.
Kisah Bopak Castello ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Bahwa menjaga ucapan dan perilaku adalah hal yang penting, terutama saat berada di tempat suci. Selain itu, kita juga diingatkan untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, termasuk momen-momen tak terduga yang membawa kebahagiaan dan kedamaian.