Arus Mudik Lebaran di Terminal Harjamukti Cirebon Melandai Akibat Sistem One Way
Terminal Harjamukti Cirebon: Sepi Pemudik di Tengah Pemberlakuan One Way
Jelang Hari Raya Idul Fitri, suasana di Terminal Harjamukti, Cirebon, terpantau lengang. Berbeda dengan prediksi awal, arus mudik H-2 Lebaran tidak menunjukkan lonjakan signifikan. Bahkan, data menunjukkan penurunan jumlah penumpang dan kendaraan yang datang maupun berangkat dari terminal tersebut.
Menurut pantauan di lokasi, tidak terlihat adanya kepadatan berarti di area terminal pada Sabtu (29/3/2025). Kondisi ini mengindikasikan pergeseran tren transportasi pemudik atau adanya faktor lain yang mempengaruhi.
Penurunan Jumlah Penumpang dan Kendaraan
Data dari Terminal Harjamukti memperlihatkan penurunan yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir:
- H-5 Lebaran:
- Kedatangan: 81 kendaraan dengan 535 penumpang.
- Keberangkatan: 85 kendaraan dengan 509 penumpang.
- H-4 Lebaran:
- Kedatangan: 40 kendaraan dengan 186 penumpang.
- Keberangkatan: 47 kendaraan dengan 244 penumpang.
Pada H-3 Lebaran, meskipun terdapat sedikit kenaikan jumlah penumpang yang berangkat, jumlah kendaraan yang datang dan pergi masih menunjukkan tren penurunan.
Joko Santoso, Pelaksana Harian (Plh) Koordinator Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Harjamukti, menjelaskan bahwa penurunan ini disebabkan oleh pemberlakuan sistem One Way di jalan tol. Sistem ini menyebabkan keterlambatan kedatangan bus-bus jarak jauh yang menuju terminal, yang kemudian berdampak pada jadwal keberangkatan.
"Dengan diberlakukannya One Way, armada bus yang menuju Terminal Harjamukti mengalami keterlambatan. Jadinya ke sininya telat, kelelahan, jadi nggak berangkat," ujar Joko Santoso.
Kemacetan di jalan arteri sebagai imbas dari sistem One Way di tol juga memperparah situasi, terutama bagi bus-bus yang melayani rute jarak jauh.
Penumpang Tidak Terlantar
Terlepas dari penurunan jumlah kedatangan dan keberangkatan bus, Joko Santoso memastikan bahwa tidak ada penumpang yang terlantar di Terminal Harjamukti. Semua penumpang terangkut dengan baik, dan ia berharap situasi serupa akan terus berlanjut.
Alasan Pemudik Memilih Bus
Beberapa pemudik yang ditemui di terminal memiliki alasan tersendiri memilih bus sebagai moda transportasi mudik mereka. Hadi (26), seorang pekerja di Cirebon yang hendak mudik ke Malang, Jawa Timur, mengaku terpaksa memilih bus karena kehabisan tiket kereta api. Meskipun perjalanan dengan bus memakan waktu lebih lama, ia tetap bersyukur bisa mudik ke kampung halaman.
"Biasanya pake kereta, cuman sekarang kehabisan tiket kereta," kata Hadi.
Sementara itu, Nisa (30) memilih bus karena kemudahan dalam membawa barang bawaan yang banyak. Selain itu, jarak pemberhentian bus yang lebih dekat dengan rumahnya juga menjadi pertimbangan utama.
"Penurunan busnya juga dari jarak rumahku kan dekat ya dibandingkan kereta... Kalau naik bus tuh enak, turun depan jalan terus langsung naik transportasi online," jelas Nisa.
Kondisi lengang di Terminal Harjamukti menjadi catatan penting dalam evaluasi sistem transportasi mudik tahun ini. Pemberlakuan sistem One Way perlu dikaji ulang dampaknya terhadap efisiensi dan kenyamanan perjalanan pemudik, khususnya yang menggunakan transportasi bus.