Diduga BBM Tercemar, Sejumlah Motor Warga Samarinda Alami Kerusakan Jelang Lebaran

Samarinda Diguncang Keluhan Motor Rusak Usai Isi BBM, Warga Tuntut Investigasi

Jelang perayaan Idul Fitri, Kota Samarinda digegerkan dengan keluhan dari sejumlah warga terkait kerusakan sepeda motor mereka setelah mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Gelombang keluhan ini membanjiri media sosial, memicu kekhawatiran dan tuntutan akan investigasi menyeluruh.

Para pemilik kendaraan mengeluhkan berbagai masalah teknis yang timbul setelah pengisian BBM, mulai dari mesin yang tersendat-sendat (brebet), hilangnya tenaga saat melaju di tanjakan, hingga kerusakan serius pada komponen fuel pump. Akibatnya, banyak pengendara terpaksa merogoh kocek untuk perbaikan di bengkel, menambah beban finansial di tengah persiapan menyambut Lebaran.

Tio (27), seorang warga Sambutan, Samarinda, menjadi salah satu korban. Ia menceritakan bahwa motornya yang belum genap setahun dibeli, tiba-tiba mengalami masalah setelah mengisi Pertamax di SPBU setempat. "Gas motor jadi naik turun tidak karuan setelah isi BBM. Mesin brebet parah, padahal baru saja isi Pertamax. Sekarang malah harus keluar uang banyak untuk perbaikan, padahal sebentar lagi Lebaran," keluhnya dengan nada frustasi saat ditemui di sebuah bengkel.

Ia menambahkan, masalah mesin brebet muncul saat kecepatan motor mencapai 20-30 km/jam. Tio berharap ada pertanggungjawaban dari pihak terkait atas kerugian yang dialaminya. "Kita ini mau merayakan Lebaran, bukan malah direpotkan dengan perbaikan motor baru," imbuhnya.

Senada dengan Tio, Arhan (26) juga mengalami nasib serupa. Ia harus mengeluarkan biaya Rp 500.000 untuk mengganti fuel pump motornya setelah mengalami kerusakan. "Hampir semua motor yang ada di bengkel ini mengalami masalah yang sama. Saya mengisi BBM di SPBU kawasan Kesuma Bangsa," ungkapnya.

Arhan berharap masalah ini segera ditangani secara serius. "Kami berharap tidak ada lagi kejadian seperti ini. Jangan sampai kami membeli BBM di tempat yang seharusnya terpercaya, tapi malah mendapatkan bensin yang kualitasnya diragukan. Ini sangat merugikan warga Samarinda," tegasnya.

Daftar Keluhan Warga:

  • Mesin motor brebet atau tersendat-sendat
  • Kehilangan tenaga saat melewati tanjakan
  • Kerusakan pada komponen fuel pump
  • Gas motor naik turun tidak karuan

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak SPBU maupun instansi terkait. Masyarakat berharap pihak berwenang segera melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab masalah ini dan mengambil tindakan tegas untuk melindungi konsumen. Selain itu, warga yang dirugikan juga menuntut adanya ganti rugi yang adil.

Kasus ini menjadi sorotan publik dan memicu kekhawatiran akan kualitas BBM yang beredar di pasaran. Masyarakat menuntut transparansi dan akuntabilitas dari pihak terkait untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Momentum Lebaran yang seharusnya menjadi momen sukacita, kini diwarnai dengan kekecewaan dan kerugian bagi sejumlah warga Samarinda.