Lonjakan Pemudik Picu Antrean Panjang di Pelabuhan Ketapang, ASDP Imbau Kesabaran
Arus Mudik 2025: Pelabuhan Ketapang Hadapi Kepadatan, Pemudik Diimbau Bersabar
Arus mudik Lebaran 2025 terpantau mengalami peningkatan signifikan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Sejak pagi hari, gelombang kendaraan pribadi dan bus terus memadati area pelabuhan, menyebabkan antrean panjang yang mengular hingga ke kantung parkir.
Kepadatan ini memaksa ratusan kendaraan untuk menunggu giliran memasuki kapal feri hingga dua jam. Guna mengurai kemacetan, otoritas pelabuhan menerapkan sistem buffer zone di beberapa lokasi alternatif, seperti Pelabuhan Bulusan dan Terminal Sritanjung.
"Kami bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengaktifkan buffer zone di Sritanjung, Bulusan, dan Watudodol. Langkah ini diambil agar para pengguna jasa dapat beristirahat di buffer zone sambil menunggu antrean di pelabuhan utama terurai," jelas General Manager ASDP Ketapang, Yani Andriyanto, pada Minggu (30/3/2025).
Andriyanto menjelaskan bahwa kendala utama yang menyebabkan antrean panjang adalah proses bongkar muat kapal feri. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan mengaktifkan kapal bantuan untuk mempercepat proses tersebut.
"Kami terus berkoordinasi dengan BPTD dan telah mengaktifkan kapal perbantuan. Namun, proses bongkar muat kapal membutuhkan waktu yang tidak singkat. Kami mengimbau kepada seluruh pemudik untuk tetap sabar dan memahami situasi yang ada," imbuhnya.
Saat ini, ASDP Ketapang mengoperasikan sembilan dermaga yang masing-masing mampu melayani sekitar 50 hingga 60 kapal per hari. Dengan demikian, total perjalanan kapal feri yang dapat dilayani dalam sehari mencapai 450 perjalanan.
"Kami memiliki sembilan dermaga yang beroperasi penuh. Dengan kapasitas tersebut, kami dapat melayani sekitar 450 perjalanan dalam sehari. Kami mohon pengertian dan kesabaran dari seluruh pengguna jasa," ujar Yani.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang lebih lanjut, ASDP Ketapang tengah berkoordinasi intensif dengan BPTD untuk mengoperasikan dua kapal tambahan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses penyeberangan dan mengurangi waktu tunggu bagi para pemudik.
"Waktu bongkar muat normalnya sekitar 30 menit. Kami terus berupaya untuk mempercepat proses ini menjadi 20 menit, dengan rincian 10 menit untuk bongkar dan 10 menit untuk muat," pungkas Yani, sambil terus memantau situasi melalui rekaman CCTV di ruang monitoring.
ASDP Ketapang mengimbau kepada seluruh pemudik yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Ketapang untuk mempersiapkan diri dengan baik, termasuk membawa perbekalan yang cukup dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima. Informasi terkini mengenai kondisi antrean dan jadwal keberangkatan kapal dapat diakses melalui website resmi ASDP dan media sosial terkait. Diharapkan dengan kerjasama dan kesabaran dari semua pihak, arus mudik Lebaran 2025 dapat berjalan lancar dan aman.