Zaskia Adya Mecca Melebarkan Sayap: Dari Aktivis Gaza ke Penerjemah Buku Anak Bertema Uighur

Zaskia Adya Mecca, figur publik yang dikenal atas kepeduliannya terhadap isu-isu kemanusiaan, khususnya terkait konflik di Gaza, kini merambah dunia literasi anak-anak. Ia mengambil peran baru sebagai penerjemah buku anak, sebuah langkah yang menambah warna dalam perjalanan kariernya.

Istri sutradara Hanung Bramantyo ini dipercaya oleh Guzelya, seorang penulis, untuk menerjemahkan dua karya bertajuk Story of the Stolen Holmes dan Doppaland. Pengalaman ini menjadi tantangan tersendiri bagi Zaskia, terutama dalam menerjemahkan Doppaland, yang mengangkat tema tentang masyarakat Uighur. Baginya, ini adalah wilayah yang benar-benar baru.

"Jujur, untuk buku kedua ini, yang mengangkat tentang Uighur, tantangannya lebih besar. Kalau sebelumnya tentang Palestina, saya sudah punya gambaran. Tapi tentang Uighur, terus terang saya sama sekali buta. Saya baru tahu ada Muslim Uighur setelah bertemu dengan Guzelya," ungkap Zaskia.

Meski demikian, tawaran untuk menerjemahkan buku ini disambut dengan antusias oleh Zaskia. Ketertarikannya pada budaya dan masyarakat baru menjadi daya tarik utama.

"Buat saya, kesempatan untuk mengenal tempat baru, budaya, masyarakat, dan kebiasaan yang berbeda selalu menarik. Setiap kali saya bepergian ke luar negeri, hal-hal itulah yang saya cari tahu. Saya ingin memahami bagaimana sebuah bangsa terbentuk, bagaimana karakter masyarakatnya terbentuk," jelasnya.

Proses penerjemahan Doppaland menghadirkan tantangan tersendiri karena minimnya informasi awal yang dimiliki Zaskia tentang budaya Uighur. Namun, setelah membaca cerita dan melihat ilustrasi yang menyertainya, Zaskia mulai mendapatkan gambaran yang lebih jelas.

"Cerita di buku Doppaland ini sangat detail dalam menggambarkan ciri khas dan budaya Uighur. Ada banyak hal baru yang saya pelajari, seperti jenis-jenis makanan dan pakaian tradisional yang sebelumnya tidak saya ketahui sama sekali. Semakin lama, rasanya semakin berat," kata Zaskia sambil tertawa.

Buku Doppaland mengenalkan pembaca muda pada kekayaan budaya Uighur. Melalui cerita yang menarik dan ilustrasi yang indah, anak-anak dapat belajar tentang tradisi, kuliner, dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Uighur. Zaskia berharap, terjemahannya dapat menjembatani kesenjangan pengetahuan dan menumbuhkan rasa ingin tahu serta toleransi terhadap budaya yang berbeda.

Berikut point penting yang Zaskia dapatkan:

  • Mengenal budaya baru.
  • Memahami karakter masyarakat.
  • Belajar tentang makanan dan pakaian tradisional.
  • Menambah wawasan tentang isu kemanusiaan.

Dengan mengambil peran sebagai penerjemah, Zaskia Adya Mecca tidak hanya memperluas cakupan kariernya, tetapi juga memberikan kontribusi positif dalam memperkenalkan budaya dan isu-isu penting kepada generasi muda.