Banjir Bekasi Rendam Puluhan Sapi Impor Australia, Namun Semua Selamat
Banjir Bekasi Rendam Puluhan Sapi Impor Australia, Namun Semua Selamat
Bencana banjir yang melanda Kota Bekasi pada Selasa (4/3/2025) turut berdampak pada Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Jalan Raya Perjuangan, Kelurahan Harapan Baru, Bekasi Utara. Sebanyak 30 hingga 40 ekor sapi Brahman Cross, impor dari Australia, terendam banjir yang mencapai ketinggian tiga meter. Kejadian ini sempat memicu kekhawatiran para pengelola RPH akan keselamatan hewan ternak tersebut.
Ahmad Zulkarnain, juru sembelih halal di RPH tersebut, menceritakan situasi mencekam saat banjir mulai meninggi. Ia dan timnya menghadapi tantangan besar dalam menyelamatkan puluhan sapi yang terkurung di dalam kandang yang terendam air. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dan hati-hati untuk memastikan keselamatan setiap ekor sapi. Keuletan dan kesigapan tim pengelola RPH terbukti efektif; tidak ada satu pun sapi yang mengalami kematian akibat peristiwa ini.
"Kecemasan kami sirna setelah berhasil mengevakuasi seluruh sapi ke tempat yang lebih aman," ujar Zulkarnain saat dihubungi Rabu (5/3/2025). "Alhamdulillah, air mulai surut sekitar pukul 22.00 WIB. Sapi-sapi tersebut mampu bertahan selama kurang lebih 29 jam terendam, dan setelah dievakuasi, semua dalam keadaan sehat walafiat. Kami langsung menjemur dan memberikan perawatan," tambahnya.
Setelah air surut, fokus pengelola RPH beralih pada pembersihan menyeluruh area kandang dan lokasi pemotongan. Proses pembersihan ini sangat penting untuk menjaga kebersihan dan sterilitas lingkungan, demi menjamin kesehatan dan kualitas daging sapi. Pembersihan menyeluruh ini mencakup penghilangan lumpur dan sisa-sisa banjir untuk memastikan keamanan pangan dan kesehatan hewan.
"Hari ini kami fokus pada pembersihan total dan memastikan nafsu makan sapi tetap bagus. Mereka telah diberi makan dan mendapat pengawasan ketat untuk memastikan kesehatannya tetap terjaga," jelas Zulkarnain. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama di daerah rawan banjir, dan bagaimana langkah-langkah mitigasi yang tepat dapat menyelamatkan jiwa dan harta benda.
Langkah-langkah yang diambil oleh pengelola RPH:
- Evakuasi sapi secara bertahap dan hati-hati.
- Memindahkan sapi ke tempat yang lebih tinggi dan aman.
- Mengawasi kesehatan sapi pasca evakuasi.
- Melakukan pembersihan menyeluruh kandang dan area pemotongan.
- Memberikan pakan dan perawatan kepada sapi.
Peristiwa ini menunjukkan pentingnya sistem manajemen risiko dan kesiapan menghadapi bencana di sektor peternakan. Langkah cepat dan tepat dari pengelola RPH berhasil mencegah kerugian ekonomi yang lebih besar dan memastikan kelancaran operasional RPH di masa mendatang.