Antisipasi Kepadatan Arus Balik, Contraflow di Tol Japek Diperluas hingga KM 47

Antisipasi Kepadatan Arus Balik, Contraflow di Tol Japek Diperluas hingga KM 47

Jakarta, [Tanggal Hari Ini] - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia memperpanjang rekayasa lalu lintas contraflow di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) guna mengantisipasi lonjakan arus balik Lebaran 2025. Perpanjangan contraflow ini diberlakukan mulai dari Kilometer (KM) 47 hingga KM 65 arah Cikampek, sebagai respons terhadap potensi peningkatan volume kendaraan setelah perayaan Idulfitri.

Menurut keterangan resmi dari Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, keputusan untuk memperluas cakupan contraflow ini merupakan hasil koordinasi dengan pihak kepolisian. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan kelancaran arus lalu lintas dan meminimalkan potensi kemacetan yang mungkin terjadi.

"PT JTT mendukung penuh diskresi kepolisian dalam memberlakukan sistem buka tutup pintu masuk contraflow dari KM 47 sampai dengan KM 65 arah Cikampek di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek," ujar Ria Marlinda Paallo.

Sebelumnya, sistem contraflow telah diterapkan mulai dari KM 55 hingga KM 65. Namun, dengan adanya indikasi peningkatan volume kendaraan, khususnya setelah periode halalbihalal, pihak berwenang memutuskan untuk memperpanjang titik awal contraflow hingga KM 47. Sempat dihentikan sementara pada pukul 12.30 WIB, contraflow kembali diberlakukan dan diperpanjang mulai pukul 13.07 WIB.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya telah memprediksi adanya potensi lonjakan arus balik Lebaran, terutama setelah masyarakat selesai melaksanakan kegiatan halalbihalal.

"Biasanya ini juga akan ada lonjakan pas kegiatan halalbihalal, akan terjadi lonjakan baik di hari H, H+1 ini biasanya masih ada," kata Jenderal Sigit.

Menyikapi potensi lonjakan tersebut, Jenderal Sigit telah menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mempersiapkan berbagai alternatif rekayasa lalu lintas guna mengurai kepadatan.

"Oleh karena itu saya minta untuk seluruh jajaran juga tetap waspada dan mempersiapkan berbagai macam alternatif rekayasa, baik mulai dari contraflow, one way lokal maupun one way nasional. Walaupun hari ini kita sudah menetapkan untuk one way kembali ke normal," jelas Kapolri.

Kapolri juga menambahkan bahwa berdasarkan data yang ada, masih terdapat sekitar 20% masyarakat yang diprediksi akan kembali ke Jabodetabek setelah merayakan Lebaran di kampung halaman. Angka ini perlu diantisipasi dengan strategi manajemen lalu lintas yang tepat.

"Dari prediksi 2,1 juta masyarakat yang akan mudik saat ini masih tersisa 20 persen," ucapnya.

Pemberlakuan contraflow yang diperluas ini diharapkan dapat membantu mengoptimalkan kelancaran arus balik Lebaran 2025 dan meminimalkan dampak kemacetan bagi para pengguna jalan tol. Pihak JTT dan kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Berikut adalah beberapa tips untuk perjalanan arus balik yang aman dan nyaman:

  • Pastikan kendaraan dalam kondisi prima: Lakukan pengecekan rutin terhadap mesin, ban, rem, dan komponen penting lainnya.
  • Istirahat yang cukup: Jangan memaksakan diri untuk mengemudi dalam kondisi lelah. Beristirahatlah setiap beberapa jam di rest area yang tersedia.
  • Patuhi rambu lalu lintas: Ikuti semua rambu dan arahan petugas kepolisian di lapangan.
  • Gunakan aplikasi navigasi: Manfaatkan aplikasi navigasi untuk memantau kondisi lalu lintas dan mencari rute alternatif jika terjadi kemacetan.
  • Siapkan perbekalan yang cukup: Bawa makanan, minuman, dan obat-obatan pribadi yang diperlukan selama perjalanan.
  • Selalu waspada dan berhati-hati: Utamakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Dengan persiapan yang matang dan kewaspadaan selama perjalanan, diharapkan arus balik Lebaran 2025 dapat berjalan lancar dan aman bagi seluruh masyarakat.