Operasi Ketupat 2025 Catat Penurunan Signifikan Kecelakaan Lalu Lintas Selama Mudik Lebaran

Operasi Ketupat 2025 Catat Penurunan Signifikan Kecelakaan Lalu Lintas Selama Mudik Lebaran

Jakarta – Operasi Ketupat 2025, sebuah inisiatif pengamanan dan pelayanan selama periode mudik Lebaran, dilaporkan berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas secara signifikan. Data menunjukkan penurunan yang menggembirakan dibandingkan dengan periode mudik tahun sebelumnya, menandai keberhasilan upaya kolaboratif dari berbagai pihak terkait.

Direktur Utama PT Jasa Raharja, Rivan Achmad Purwantono, mengungkapkan bahwa terjadi penurunan angka kecelakaan sebesar 31 persen. "Alhamdulillah, angka kecelakaan turun 31 persen. Pada tahun 2024, tercatat sekitar 2.152 kecelakaan, sementara tahun ini hingga 31 Maret hanya 1.470. Ini merupakan penurunan yang signifikan," ujar Rivan dalam wawancara dengan Kompas TV.

Penurunan tidak hanya terjadi pada jumlah kecelakaan, tetapi juga pada tingkat fatalitas korban jiwa. "Fatalitas turun 32 persen. Tahun lalu, korban meninggal mencapai 324 orang, sementara tahun ini 223 orang. Meskipun masih ada korban, sistem yang dibuat telah berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan keselamatan," lanjutnya.

Rivan menekankan bahwa Operasi Ketupat lebih dari sekadar pengamanan arus mudik. Ini adalah operasi kemanusiaan yang bertujuan untuk memastikan perjalanan pemudik aman dan nyaman. Operasi ini telah berlangsung sejak 23 Maret hingga 31 Maret, dan hasilnya menunjukkan penurunan signifikan dalam angka kecelakaan.

Direktur Sarana Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Amirullah, juga mengamini penurunan angka kecelakaan lalu lintas secara keseluruhan selama periode mudik Lebaran 2025. "Secara umum, terjadi penurunan hampir 60 persen kecelakaan lalu lintas selama periode angkutan Lebaran. Target utama kami adalah menurunkan angka kecelakaan," kata Amirullah dalam siaran langsung YouTube Kompas TV.

Menurut data dari Posko Angkutan Lebaran 2025, kecelakaan lalu lintas saat periode mudik Idul Fitri tahun lalu mencapai 4.300 kejadian. Pada periode mudik Lebaran 2025 ini, tercatat hanya 1.700 kejadian kecelakaan.

"Penurunan yang sangat signifikan ini terjadi berkat upaya manajemen lalu lintas yang telah dilakukan secara maksimal oleh seluruh stakeholder terkait," jelas Amirullah.

Namun, Amirullah mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati selama periode arus balik. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa cuaca menjadi salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan selama periode angkutan Lebaran.

Kemenhub telah melakukan ramp check terhadap lebih dari 34.000 kendaraan untuk meminimalisasi kejadian kecelakaan selama arus mudik dan arus balik.

"Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan," pungkas Amirullah.

Rangkuman Poin Penting:

  • Penurunan Kecelakaan: Operasi Ketupat 2025 berhasil menurunkan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 31 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Penurunan Fatalitas: Tingkat fatalitas korban jiwa juga menurun sebesar 32 persen.
  • Upaya Kemenhub: Kementerian Perhubungan telah melakukan ramp check terhadap lebih dari 34.000 kendaraan untuk memastikan keselamatan.
  • Imbauan Keselamatan: Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati, terutama selama periode arus balik, dan memperhatikan kondisi cuaca.
  • Kerja Sama Lintas Sektor: Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama dari berbagai stakeholder dalam manajemen lalu lintas dan pengamanan mudik Lebaran.

Daftar Pihak yang Terlibat:

  • PT Jasa Raharja
  • Kementerian Perhubungan (Kemenhub)
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
  • Aparat Kepolisian
  • Pemerintah Daerah