Arus Balik Lokal Picu Kepadatan di Jalur Arteri Jombang-Kediri, Antrean Mengular Hingga 1,5 Km
Arus Balik Lokal Picu Kepadatan di Jalur Arteri Jombang-Kediri
Memasuki hari kedua Lebaran Idul Fitri, jalur arteri yang menghubungkan Jombang dan Kediri mengalami peningkatan volume kendaraan yang signifikan, menyebabkan antrean panjang hingga mencapai 1,5 kilometer. Kepadatan lalu lintas ini terpusat di wilayah Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang, menciptakan tantangan bagi para pengguna jalan yang hendak melanjutkan perjalanan.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kepadatan mulai terasa sejak pukul 11.00 WIB. Kendaraan dari arah Jombang menuju Simpang 3 Mengkreng, Kediri, bergerak lambat dan cenderung padat merayap. Antrean mengular dari perlintasan kereta api Bandar Kedungmulyo hingga Jembatan Kayen, yang menjadi titik krusial karena adanya penyempitan jalur.
Faktor Penyebab Kepadatan
Kasat Lantas Polres Jombang, Iptu Rita Puspitasari, menjelaskan bahwa peningkatan arus lalu lintas di Bandar Kedungmulyo disebabkan oleh beberapa faktor utama:
- Peningkatan Volume Kendaraan: Libur panjang Lebaran mendorong masyarakat untuk melakukan perjalanan silaturahmi ke keluarga dan kerabat, sehingga volume kendaraan di jalan raya meningkat drastis.
- Perlintasan Kereta Api Bandar Kedungmulyo: Aktivitas perlintasan kereta api secara periodik menghentikan arus lalu lintas, menyebabkan penumpukan kendaraan di kedua sisi perlintasan.
- Penyempitan Jalur di Jembatan Kayen: Jembatan Kayen mengalami penyempitan jalur, sehingga menjadi bottleneck yang memperlambat laju kendaraan dan memicu antrean panjang.
Dominasi kendaraan dalam antrean ini adalah kendaraan pribadi yang digunakan oleh pemudik lokal, yaitu warga Jawa Timur yang melakukan perjalanan dalam lingkup provinsi untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat. Arus balik lokal ini menambah tekanan pada infrastruktur jalan yang sudah padat.
Upaya Penanganan Kepadatan
Satlantas Polres Jombang telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kepadatan lalu lintas ini. Tim pengurai diterjunkan ke lokasi untuk mengatur arus lalu lintas dan meminimalkan dampak dari bottleneck di Jembatan Kayen. Koordinasi juga dilakukan dengan Polres Kediri dan Nganjuk untuk melakukan penarikan arus, dengan tujuan mendistribusikan volume kendaraan dan mencegah penumpukan yang berlebihan.
Diharapkan dengan upaya yang dilakukan oleh pihak kepolisian, kepadatan lalu lintas di jalur arteri Jombang-Kediri dapat segera terurai dan para pengguna jalan dapat melanjutkan perjalanan dengan lancar. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas selama berkendara.