Ketegangan Global Mendorong Harga Emas ke Level Tertinggi Baru: Analis Prediksi Lonjakan Lebih Lanjut

Emas Diprediksi Terus Menguat di Tengah Ketidakpastian Global

Harga emas diprediksi akan terus mencetak rekor tertinggi baru, didorong oleh kombinasi faktor geopolitik dan kebijakan perdagangan internasional. Pernyataan ini muncul seiring dengan rencana Presiden AS, Donald Trump, untuk memberlakukan tarif baru terhadap sejumlah negara yang dianggap melakukan praktik perdagangan tidak adil.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menyoroti bahwa kebijakan-kebijakan Trump yang berpotensi memperkuat Dolar AS justru paradoksnya akan memicu lonjakan harga emas. Emas, yang sering dianggap sebagai aset safe-haven, cenderung menguat di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik.

Analisis Pasar dan Prediksi Harga Emas

"Prediksi awal saya di bulan Maret adalah emas akan menembus level US$ 3.100 per troy ons pada akhir bulan. Namun, ternyata harga emas melampaui ekspektasi dan mencapai US$ 3.200 per troy ons," ujar Ibrahim. Ia menambahkan bahwa proyeksi untuk semester pertama tahun 2025 adalah US$ 3.150 per troy ons.

Kenaikan harga emas juga dipicu oleh eskalasi perang dagang global. Kebijakan tarif baru yang rencananya akan diberlakukan pada 2 April 2025 terhadap negara-negara dengan surplus neraca perdagangan dengan AS, semakin memperkuat sentimen ini.

Faktor-faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas:

  • Perang Dagang: Kebijakan tarif baru AS terhadap negara-negara yang dianggap melakukan praktik perdagangan tidak adil. Negara yang berpotensi terkena dampak termasuk Tiongkok, Eropa, Kanada, Meksiko, dan bahkan Indonesia yang saat ini masih mencatatkan surplus neraca perdagangan dengan AS.
  • Ketegangan Geopolitik: Konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, termasuk insiden pengeboman di Jalur Gaza saat Idulfitri dan ancaman Trump untuk menyerang Iran terkait program nuklirnya, meningkatkan ketidakpastian dan permintaan terhadap aset safe-haven.

Ibrahim lebih lanjut menyatakan bahwa kebijakan luar negeri AS yang agresif dan cenderung diktatorial di bawah pemerintahan Trump juga berkontribusi pada kekhawatiran investor.

Prospek Harga Emas Jangka Pendek

"Kondisi ini membuat harga emas sangat mungkin mencetak rekor baru. Level US$ 3.150 per troy ons kemungkinan akan tercapai di bulan April ini, mungkin dalam minggu ini atau minggu depan. Gonjang-ganjing perang dagang memiliki dampak yang luar biasa dan melampaui semua ekspektasi," pungkas Ibrahim.

Dengan demikian, investor perlu bersiap menghadapi volatilitas pasar dan mempertimbangkan emas sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio mereka.