Lonjakan Penumpang Kereta Api di Lebaran 2025: KAI Layani Lebih dari 2 Juta Penumpang dengan Penjualan Tiket Capai Angka Fantastis

Lonjakan Penumpang Kereta Api di Lebaran 2025: KAI Layani Lebih dari 2 Juta Penumpang dengan Penjualan Tiket Capai Angka Fantastis

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatatkan rekor yang menggembirakan selama masa Angkutan Lebaran 2025. Antusiasme masyarakat terhadap moda transportasi kereta api melonjak drastis, terbukti dengan angka penumpang yang melampaui 2 juta orang dan penjualan tiket yang menembus angka 3,6 juta.

Untuk mengakomodasi lonjakan permintaan ini, KAI telah menyiapkan kapasitas angkut yang signifikan, yakni 4.591.510 tempat duduk yang dialokasikan untuk periode perjalanan mulai 21 Maret hingga 11 April 2025. Kapasitas ini terbagi menjadi 3.443.832 tempat duduk untuk Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dan 1.147.678 tempat duduk untuk Kereta Api Lokal. Sejak dimulainya masa Angkutan Lebaran pada 21 Maret hingga 31 Maret 2025 pukul 24.00 WIB, KAI telah melayani 2.028.210 pelanggan di berbagai wilayah operasional di Pulau Jawa dan Sumatera. Angka ini menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk mudik dan berlibur.

Menurut Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, beberapa stasiun mencatat volume keberangkatan tertinggi, antara lain:

  • Stasiun Pasarsenen
  • Stasiun Gambir
  • Stasiun Yogyakarta
  • Stasiun Surabaya Gubeng
  • Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng
  • Stasiun Surabaya Pasar Turi
  • Stasiun Semarang Poncol
  • Stasiun Bekasi
  • Stasiun Bandung
  • Stasiun Purwokerto

"Hingga 1 April 2025 pukul 07.00 WIB, penjualan tiket menunjukkan tren positif dengan total 3.601.556 tiket telah terjual, atau sekitar 78,44 persen dari total kapasitas yang disediakan," ujar Anne.

Dari total tiket yang terjual, 3.172.482 di antaranya adalah tiket KAJJ dengan tingkat okupansi mencapai 92,12 persen. Sementara itu, tiket KA Lokal terjual sebanyak 429.074 tiket atau 37,39 persen dari total kapasitas yang tersedia. Hal ini mengindikasikan bahwa KAJJ tetap menjadi pilihan utama bagi pemudik yang melakukan perjalanan jarak jauh, sementara KA Lokal menjadi alternatif bagi perjalanan yang lebih singkat.

KAI terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para penumpang selama masa Angkutan Lebaran. Selain memastikan ketersediaan tempat duduk yang cukup, KAI juga meningkatkan keamanan dan kenyamanan perjalanan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberlakukan larangan merokok di seluruh area kereta api sejak tahun 2012. Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi seluruh penumpang.

"Setiap perjalanan kereta api merupakan perjalanan bebas asap rokok. Merokok tidak diperkenankan di seluruh area kereta api, termasuk di dalam kereta makan, toilet, maupun bordes antar gerbong," tegas Anne.

Bagi penumpang yang melanggar aturan ini, KAI akan memberikan tindakan tegas berupa penurunan di stasiun terdekat. Kebijakan ini sejalan dengan Peraturan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri tentang Pedoman Pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok Tahun 2011 serta Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

KAI juga menyediakan area khusus merokok di stasiun tertentu bagi penumpang yang ingin merokok. Selain itu, KAI juga mendorong partisipasi penumpang dalam menjaga kebersihan dengan menyediakan tempat sampah di berbagai titik di dalam kereta dan stasiun, serta waste bag berbahan kertas daur ulang ramah lingkungan.

"KAI berkomitmen untuk menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan sehat selama periode Angkutan Lebaran 2025. Dengan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku serta kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan, kami berharap dapat mewujudkan pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi seluruh pelanggan," pungkas Anne.