Antisipasi Kepadatan Arus Balik, Polresta Bandung Terapkan One Way di Jalur Nagreg - Kadungora
Arus Balik Wisatawan Padati Jalur Nagreg, Polisi Terapkan Rekayasa Lalu Lintas
Arus lalu lintas di jalur Nagreg yang menghubungkan Bandung dengan Kadungora, Garut, mengalami peningkatan signifikan pasca libur Lebaran. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bandung telah mengambil langkah-langkah antisipatif untuk mengurai kepadatan, termasuk penerapan rekayasa lalu lintas one way (satu arah).
Kompol Danu Raditya Atmadja, Kasatlantas Polresta Bandung, menjelaskan bahwa peningkatan volume kendaraan mulai terasa sejak H+1 Lebaran. Hal ini disebabkan oleh arus balik wisatawan dari berbagai lokasi wisata di Garut yang kembali menuju Bandung dan sekitarnya.
"Iya, sudah mulai padat, betul. Karena memang dari jalur-jalur wisata Garut ini sudah mulai kembali, sehingga kita juga mengantisipasi beberapa titik-titik yang bisa menjadi trouble spot atau titik kepadatan," ujar Kompol Danu saat ditemui di Pos Pelayanan Cikaledong, Nagreg.
Untuk mengatasi kepadatan ini, Polresta Bandung berkoordinasi dengan Polres Garut untuk menerapkan rekayasa lalu lintas one way secara situasional. Sistem buka tutup jalur juga diberlakukan untuk mengoptimalkan kelancaran arus kendaraan.
"Tadi sudah berkoordinasi, permintaan dari Polres Garut. Untuk menguras kendaraan yang ada di daerah Garut, kembali lagi menuju ke arah Bandung, ke jalur wisata. Dari kota Garut, sudah dilaksanakan CB buka tutup. Dilaksanakan satu kali yang mengarah Bandung dialirkan," jelasnya.
Rekayasa lalu lintas serupa juga diterapkan di wilayah Limbangan, Garut, terutama saat jam bubaran karyawan pabrik. Polisi berupaya mengatur jadwal bubaran agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang berpotensi menimbulkan kemacetan.
Puncak Arus Balik Diprediksi Akhir Pekan
Polresta Bandung memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada hari Sabtu (5/4/2025) dan Minggu (6/4/2025). Masyarakat diimbau untuk mempersiapkan diri dan mengatur waktu perjalanan agar terhindar dari kepadatan lalu lintas.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah kendaraan yang melintas di jalur Nagreg dari arah Bandung menuju selatan Jawa Barat mencapai 59.323 unit. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan arus mudik sebelum Lebaran yang hanya mencatat 42.900 unit kendaraan.
"Untuk kembalinya masyarakat ke arah timur ke barat itu kemungkinan besar didominasi oleh arah jalur wisata Garut. Karena dari arah Leles yang banyaknya ke Bandung," terang Kompol Danu.
Imbauan Waspada Cuaca Buruk
Selain kepadatan lalu lintas, pengendara juga diimbau untuk mewaspadai kondisi cuaca. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas ringan akan mengguyur sejumlah wilayah di Jawa Barat, termasuk jalur Nagreg.
Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahyu, mengatakan bahwa prediksi cuaca ini berlaku sejak tanggal 31 Maret hingga 6 April. "Kemungkinan akan mengguyur sebanyak 27 Kabupaten/kota akan dilanda hujan dengan intensitas rendah beberapa hari mendatang," ujarnya.
Pengendara diimbau untuk selalu berhati-hati, menjaga jarak aman, dan mematuhi rambu lalu lintas demi keselamatan bersama.