Ray Sahetapy: Keluarga Ungkap Penerimaan Diri Jelang Wafat dan Semangat Hidup Sang Aktor
Keluarga Berduka, Ray Sahetapy Berpulang di Usia 68 Tahun
Kabar duka menyelimuti dunia perfilman Indonesia. Aktor senior Ray Sahetapy menghembuskan nafas terakhirnya di usia 68 tahun. Jenazah almarhum saat ini disemayamkan di Rumah Duka RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, sebelum dimakamkan pada Jumat, 4 April 2025. Pemakaman akan dilaksanakan setelah kedatangan putra sulungnya, Surya Sahetapy, dari Amerika Serikat.
Kondisi Terakhir dan Penerimaan Diri
Charly Sahetapy, adik mendiang Ray Sahetapy, mengungkapkan bahwa sang kakak telah menunjukkan penerimaan atas kondisi kesehatannya yang terus menurun. Setelah berjuang melawan stroke selama dua tahun terakhir, semangat hidup aktor legendaris itu mulai meredup. Charly menceritakan momen-momen terakhir kebersamaannya dengan sang kakak.
"Dia terlihat sudah mau menerima. Semangat hidupnya agak berkurang. Ketahuannya pas dia drop itu," ujar Charly dengan nada sedih di Rumah Duka Sentosa, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (2/4/2025).
Charly mengenang masa-masa ketika Ray Sahetapy masih mampu diajak berlatih berjalan, meski dengan susah payah. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisinya semakin memburuk.
"Sebelumnya walau sudah stroke, kita masih bisa ajak dia jalan, pelan-pelan, keliling. Nah, ini berikutnya kita angkat sudah nggak bisa dia, tapi ya itu makin lama makin drop," kenangnya.
Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Ray Sahetapy tidak meninggalkan pesan verbal apapun karena kesulitan berbicara akibat alat bantu pernapasan yang terpasang di lehernya. "Waktu meninggal itu, waktu sebelum putus napas pas di sana, dia sudah nggak bisa ngomong, Jadi dia kan sempat sulit bernapas karena pakai alat di lehernya sehingga nggak bisa ngomong. Jadi oleh sebab itu nggak ada pesan apa-apa, nulis pun nggak bisa," jelas Charly.
Semangat Hidup dan Kenangan Putra Bungsu
Raya Sahetapy, putra bungsu Ray Sahetapy, menambahkan bahwa ayahnya sempat dirawat di rumah sakit sejak 11 Maret 2025. Kondisinya sempat membaik sebelum akhirnya kembali memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.
"Ayah sudah masuk rumah sakit dari (tanggal) 11 kemarin, minggu kedua bulan puasa. Tanggal 12 sempat drop, tapi sempat balik ke ruang biasa. Namun, kemarin drop lagi, kemudian pulang ke pangkuan Yang Maha Esa, bertemu sama anak perempuannya, Kak Ghisca," tutur Raya.
Raya menggambarkan Ray Sahetapy sebagai sosok yang memiliki semangat hidup tinggi dan seorang pejuang. Ia selalu berusaha terlihat kuat di depan anak-anak dan keluarganya.
"Hebat sih, ayah semangat hidupnya tinggi, pejuang. Terlihat kuat di depan anak-anak dan keluarga," ungkap Raya dengan bangga.
Bagi Raya, Ray Sahetapy adalah pahlawan dalam hidupnya. Ia akan selalu mengenang teladan yang diberikan oleh sang ayah, terlepas dari segala kelebihan dan kekurangannya. "Sosok ayah sudah pasti namanya ayah pasti kan pahlawan. Sudah pasti sebagai anak-anaknya terlepas dari segala kelebihan dan kekurangannya, sudah pasti banyak teladan yang bisa diambil dari ayah," pungkasnya.
Kepergian Ray Sahetapy meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan seluruh insan perfilman Indonesia. Namanya akan selalu dikenang sebagai salah satu aktor terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.