Gunung Ile Lewotolok di Lembata Alami Puluhan Letusan dan Gempa Vulkanik dalam 24 Jam

Gunung Ile Lewotolok di Lembata Alami Puluhan Letusan dan Gempa Vulkanik dalam 24 Jam

Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik signifikan pada Minggu, 2 Maret 2025. Selama 24 jam penuh, gunung api setinggi 1.423 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini tercatat mengalami 25 kali letusan, disertai dengan berbagai jenis gempa vulkanik. Data yang diperoleh dari Pos Pengamat Gunung Ile Lewotolok mengindikasikan aktivitas yang cukup intensif, membutuhkan kewaspadaan tinggi dari masyarakat sekitar.

Berdasarkan pengamatan visual dan data seismograf, letusan-letusan tersebut memiliki amplitudo yang bervariasi antara 4,5 hingga 23,1 milimeter, dengan durasi gempa berkisar antara 31 hingga 50 detik. Petugas Pos Pengamat Gunung Api Ile Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel, menjelaskan bahwa letusan tersebut menghasilkan semburan material vulkanik setinggi 100 hingga 200 meter, dengan warna asap putih dan kelabu. Selain itu, teramati pula lontaran lava pijar yang masih berada dalam radius puncak kawah. Suara gemuruh, dengan intensitas yang bervariasi dari lemah hingga kuat, turut mengiringi aktivitas vulkanik tersebut. Kondisi visual gunung terpantau jelas, meskipun terdapat kabut tipis, dengan asap kawah bertekanan lemah, berwarna putih, dan intensitas tipis hingga sedang, mencapai ketinggian 50-100 meter di atas puncak.

Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok tidak hanya terbatas pada letusan. Data yang dihimpun menunjukkan adanya 157 kali gempa embusan dengan amplitudo 1,1 hingga 16,6 milimeter dan durasi 17 hingga 61 detik. Tercatat pula dua kali tremor non-harmonik dengan amplitudo 2,7 hingga 6,5 milimeter serta durasi yang lebih panjang, yakni 157 hingga 226 detik. Selain itu, terdeteksi empat kali gempa tremor harmonik, empat kali gempa vulkanik dalam, dan dua kali gempa tektonik jauh. Keberagaman jenis gempa ini mengindikasikan adanya pergerakan magma dan fluida di dalam tubuh gunung api.

Meskipun visual gunung terlihat jelas, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Status Gunung Ile Lewotolok saat ini berada pada Level II (Waspada), menandakan potensi bahaya masih ada. Pemantauan intensif terus dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan lebih lanjut dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat. Langkah antisipatif dan kepatuhan terhadap rekomendasi radius bahaya yang telah ditetapkan menjadi kunci penting dalam menjaga keselamatan jiwa dan harta benda warga sekitar Gunung Ile Lewotolok.

Berikut ringkasan aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok dalam 24 jam:

  • 25 kali letusan (tinggi 100-200 meter, asap putih dan kelabu)
  • Lontaran lava pijar dalam radius puncak
  • Suara gemuruh (lemah hingga kuat)
  • 157 kali gempa embusan
  • 2 kali tremor non-harmonik
  • 4 kali gempa tremor harmonik
  • 4 kali gempa vulkanik dalam
  • 2 kali gempa tektonik jauh
  • Asap kawah putih, intensitas tipis hingga sedang (50-100 meter)
  • Status Gunung: Level II (Waspada)