Kapolri Pimpin Pelepasan Arus Balik di Tol Trans Jawa, Antisipasi Puncak Arus Balik 6 April
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersiap menghadapi puncak arus balik Lebaran 2025. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dijadwalkan akan memimpin langsung pelepasan (flag off) kendaraan pemudik yang akan kembali ke arah barat melalui jalur Tol Trans Jawa. Acara pelepasan ini akan dipusatkan di Gerbang Tol Kalikangkung Km 414, yang merupakan salah satu titik strategis dalam pengaturan lalu lintas arus balik.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa kegiatan flag off oleh Kapolri dan sejumlah pejabat terkait lainnya direncanakan akan dilaksanakan pada hari Minggu, 6 April 2025, pukul 09.00 WIB. Pemilihan tanggal ini didasarkan pada prediksi puncak arus balik yang diperkirakan akan terjadi pada hari tersebut. Polri telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan dan memastikan kelancaran arus lalu lintas.
Strategi Pengaturan Lalu Lintas Arus Balik
Guna mengantisipasi kepadatan arus balik, Korlantas Polri telah menyiapkan beberapa skenario pengaturan lalu lintas, termasuk penerapan contraflow dan one way. Penerapan rekayasa lalu lintas ini akan disesuaikan dengan kondisi kepadatan di lapangan.
- Contraflow: Langkah awal yang akan diambil adalah penerapan contraflow secara bertahap. Contraflow akan diberlakukan pada satu lajur terlebih dahulu, kemudian dapat ditingkatkan menjadi dua atau tiga lajur sesuai dengan tingkat kepadatan kendaraan. Parameter utama yang menjadi acuan adalah data dari radar di Km 71. Jika volume kendaraan mencapai 5.500 per jam secara berturut-turut, contraflow satu lajur akan diberlakukan. Jika volume meningkat menjadi 6.400 kendaraan per jam, contraflow akan diperluas ke lajur kedua dan seterusnya.
- One Way: Selain contraflow, Korlantas juga akan memberlakukan sistem one way nasional jika terjadi peningkatan signifikan arus kendaraan dari arah timur ke barat. Saat ini, one way lokal telah diterapkan dari Km 188 hingga Km 72 sejak Kamis, 3 April 2025, sebagai respons terhadap peningkatan volume kendaraan. Sistem one way ini berpotensi diperpanjang dari Km 243 (Batang) hingga Km 72, bahkan hingga Km 246 sampai Km 188 dan berakhir di Km 70.
Irjen Agus Suryonugroho menekankan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara fleksibel dan berdasarkan data real-time dari lapangan. Tujuannya adalah untuk meminimalisir potensi kemacetan dan memastikan arus balik berjalan lancar dan aman bagi seluruh pemudik. Polri mengimbau kepada para pemudik untuk selalu mematuhi arahan petugas di lapangan dan mengikuti perkembangan informasi lalu lintas terkini.