Tarif Kereta Api Pasca Lebaran Melonjak, Penumpang Mengeluhkan Dampaknya

Lonjakan Tarif Kereta Api Pasca Lebaran Dikeluhkan Penumpang

Jakarta – Kenaikan tarif kereta api pasca periode Lebaran 2025 memicu keluhan dari sejumlah penumpang. Beberapa warga yang melakukan perjalanan setelah puncak arus mudik mengeluhkan lonjakan harga tiket yang signifikan dibandingkan hari-hari biasa.

Kartini, seorang warga Jakarta, mengungkapkan kekecewaannya atas kenaikan tarif rute Jakarta (Pasar Senen) – Cirebon. "Biasanya saya membeli tiket seharga Rp 190.000, namun sekarang harganya mencapai Rp 300.000. Kenaikannya hampir dua kali lipat," ujarnya saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jumat (4/4/2025).

Kartini mengaku telah berusaha membeli tiket secara online jauh sebelum Ramadhan, namun selalu gagal karena tiket langsung habis terjual. Karena itu, ia bersama keluarga memutuskan untuk menunda perjalanan hingga setelah Lebaran.

"Saya baru berhasil mendapatkan tiket sekarang. Sebelumnya, situs pemesanan selalu penuh dan tidak bisa diakses," jelasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Hesti, warga Depok yang melakukan perjalanan mudik ke Tegal, Jawa Tengah, bersama keluarganya. Ia menyebutkan bahwa harga tiket kereta api ekonomi ke Tegal yang biasanya Rp 120.000 naik menjadi Rp 156.000 per orang. Meskipun telah memesan tiket sejak awal puasa, Hesti tetap merasakan dampak kenaikan harga tersebut.

"Alhamdulillah, kami sudah memesan tiket dari awal puasa, tetapi memang ada kenaikan sekitar 20 persen," kata Hesti.

Lebih lanjut, Hesti menuturkan bahwa untuk perjalanan kembali dari Tegal ke Jakarta, ia terpaksa membeli tiket kereta Argo dengan harga Rp 600.000 per orang karena keterbatasan pilihan.

"Saya harus segera kembali bekerja, jadi tidak ada pilihan lain," ujarnya.

Menanggapi situasi ini, Hesti berharap PT Kereta Api Indonesia (KAI) dapat mempertimbangkan beberapa hal, seperti memperpanjang masa pemesanan tiket dan meninjau kembali kebijakan kenaikan harga saat musim Lebaran.

"Saya berharap KAI dapat membuka penjualan tiket lebih awal dan mempertimbangkan besaran kenaikan harga, terutama saat momen-momen seperti Lebaran," pungkasnya.

Tanggapan PT KAI

Sehubungan dengan keluhan masyarakat, pihak PT KAI belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kenaikan harga tiket kereta api pasca Lebaran ini. Masyarakat berharap PT KAI dapat memberikan penjelasan yang transparan dan solusi yang adil bagi para penumpang.

Daftar Keluhan Penumpang

Berikut adalah daftar keluhan utama yang disampaikan penumpang:

  • Kenaikan harga tiket yang signifikan, mencapai hampir dua kali lipat.
  • Kesulitan mendapatkan tiket karena sistem pemesanan online yang penuh.
  • Keterpaksaan membeli tiket dengan harga lebih mahal karena keterbatasan pilihan.
  • Harapan agar PT KAI memperpanjang masa pemesanan tiket.
  • Permintaan agar PT KAI mempertimbangkan kembali kebijakan kenaikan harga saat musim Lebaran.

Kenaikan tarif kereta api pasca Lebaran ini menjadi sorotan dan diharapkan dapat segera diatasi oleh pihak terkait demi kenyamanan dan kemudahan transportasi bagi masyarakat.