Aktivitas Vulkanik Meningkat, Wisatawan Kelimutu Diimbau Waspada dan Gunakan Masker
Peningkatan Aktivitas Vulkanik di Kelimutu: Imbauan Penggunaan Masker bagi Wisatawan
Ende, Nusa Tenggara Timur – Balai Taman Nasional Kelimutu (BTNK) mengeluarkan imbauan kepada para wisatawan yang berencana mengunjungi Danau Kelimutu untuk meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker. Imbauan ini menyusul laporan dan keluhan dari pengunjung terkait bau belerang menyengat yang tercium di sekitar kawasan danau kawah.
Kepala BTNK, Budy Mulyanto, menjelaskan bahwa bau belerang tersebut merupakan indikasi aktivitas vulkanik dari Gunung Kelimutu yang masih aktif. Meskipun status gunung saat ini berada pada level I (normal), fluktuasi aktivitas vulkanik dapat terjadi sewaktu-waktu. "Kami mengimbau wisatawan, terutama yang sensitif terhadap bau belerang, untuk menggunakan masker sebagai langkah antisipasi. Selain itu, penting untuk membawa air minum guna mencegah dehidrasi akibat paparan belerang," ujar Budy.
Tindakan Preventif dan Kesiapsiagaan
BTNK telah berkoordinasi dengan Puskesmas Moni untuk menyediakan tenaga medis di sekitar area wisata. Selain itu, personel dari Polsek dan Koramil Wolowaru juga ditempatkan di berbagai titik strategis, seperti loket masuk, area parkir, toilet, area puncak, dan sekitar pembatas danau, serta area berbahaya. Kehadiran petugas ini bertujuan untuk memberikan pertolongan pertama dan memastikan keselamatan para pengunjung.
Seorang wisatawan bernama Avelina (30) membenarkan bahwa bau belerang sangat terasa, terutama di dekat Danau Kawah II (Tiwu Ko’ofai Nuwamuri). "Baunya sangat menyengat. Saya langsung memakai masker untuk mengurangi dampaknya," katanya.
Sejarah Erupsi dan Fenomena Perubahan Warna Danau
Gunung Kelimutu memiliki tiga danau kawah yang terkenal dengan keindahan dan warna airnya yang sering berubah-ubah, yaitu:
- Kawah I (Tiwu Ata Polo)
- Kawah II (Tiwu Ko’ofai Nuwamuri)
- Kawah III (Tiwu Ata Bupu).
Gunung ini tercatat pernah mengalami erupsi pada tahun 1867. Erupsi terakhir terjadi pada Juni 1968 berupa letusan freatik di Kawah II (Tiwu Ko’ofai Nuwamuri), yang ditandai dengan suara desisan dan semburan air coklat kehitaman. Selain itu, pada Desember 2018 hingga Januari 2019, air di Kawah I (Tiwu Ata Polo) sempat mengalami perubahan warna dari hijau kebiruan menjadi hijau tua, sebelum kembali ke warna semula.
Imbauan Tambahan untuk Wisatawan
Selain penggunaan masker dan membawa air minum, BTNK juga mengimbau wisatawan untuk:
- Mematuhi semua arahan dan imbauan dari petugas.
- Tidak mendekati area berbahaya yang telah diberi pembatas.
- Menjaga kebersihan lingkungan.
- Melaporkan kepada petugas jika melihat atau merasakan hal-hal yang mencurigakan.
Dengan mematuhi imbauan ini, diharapkan para wisatawan dapat menikmati keindahan Danau Kelimutu dengan aman dan nyaman, serta terhindar dari dampak negatif aktivitas vulkanik.