Status Gunung Gede: Aktivitas Vulkanik Mereda, Zona Larangan Pendakian Tetap Berlaku

Gunung Gede: Aktivitas Vulkanik Menurun, Pendakian Tetap Ditangguhkan

Cianjur, Jawa Barat - Kabar terbaru dari Gunung Gede menunjukkan adanya penurunan aktivitas vulkanik setelah sebelumnya sempat mengalami peningkatan gempa vulkanik dalam. Informasi ini disampaikan oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BB TNGGP) berdasarkan laporan terkini dari Pos Pengamatan Gunungapi Gede, yang berada di bawah Kementerian ESDM, Badan Geologi, dan PVMBG.

Menurut laporan yang diterima pada hari Sabtu, 5 April 2025, aktivitas gempa vulkanik di kawah Gunung Gede telah mereda. Meskipun demikian, tercatat adanya satu kejadian tektonik lokal dengan amplitudo 49 mm, dengan durasi 36 detik. Selain itu, terekam pula dua kejadian tektonik jauh dengan amplitudo antara 4 hingga 50 mm, dengan durasi 68 dan 709 detik.

Kondisi Visual dan Cuaca

Secara visual, asap kawah terpantau berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, dengan ketinggian mencapai sekitar 100 meter dari puncak kawah. Kondisi cuaca di sekitar gunung bervariasi, mulai dari cerah, mendung, hingga hujan. Angin bertiup lemah ke arah barat laut, dan suhu udara berkisar antara 19 hingga 24 derajat Celsius.

Imbauan dan Larangan

Walaupun aktivitas vulkanik menunjukkan penurunan, BB TNGGP tetap memberlakukan larangan aktivitas di sekitar kawah Gunung Gede. Masyarakat, pengunjung, dan wisatawan dilarang mendekat, menuruni, atau bermalam di area dalam radius 600 meter dari Kawah Wadon.

"Penutupan jalur pendakian tetap berlaku hingga 7 April 2025, atau sampai pemberitahuan lebih lanjut berdasarkan evaluasi dari Badan Geologi Kementerian ESDM," tegas Humas BB TNGGP, Agus Deni.

Keputusan ini diambil sebagai langkah preventif mengingat potensi bahaya yang mungkin timbul akibat aktivitas vulkanik, seperti letusan freatik atau pelepasan gas vulkanik di sekitar kawah.

Latar Belakang Penutupan

Sebelumnya, BB TNGGP telah mengumumkan penutupan sementara jalur pendakian Gunung Gede sejak Kamis, 3 April 2025, yang seharusnya berlangsung hingga 7 April 2025. Penutupan ini dipicu oleh peningkatan aktivitas gempa vulkanik yang terdeteksi pada tanggal 1 April 2025, dengan total 21 kejadian gempa.

BB TNGGP akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Gede dan akan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat. Diharapkan masyarakat mematuhi semua imbauan dan larangan demi keselamatan bersama.