Gunung Gede Menunjukkan Gejolak Vulkanik: Status Tetap Normal, Masyarakat Diimbau Waspada

Gunung Gede Menunjukkan Gejolak Vulkanik: Status Tetap Normal, Masyarakat Diimbau Waspada

BANDUNG - Gunung Gede, gunung api strato yang terletak di Jawa Barat, menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada awal April 2025. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat adanya gempa vulkanik dalam pada tanggal 1 dan 2 April 2025, yang mengindikasikan aktivitas vulkanik gunung tersebut masih berlangsung.

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menjelaskan bahwa Gunung Gede secara administratif berada di wilayah Kabupaten Cianjur, Sukabumi, dan Bogor. Pemantauan intensif dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Gede di Desa Ciloto, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.

Peningkatan dan Penurunan Gempa Vulkanik

Pada tanggal 1 April 2025, tercatat peningkatan signifikan gempa vulkanik dalam (VA) mencapai 47 kejadian. Namun, pada tanggal 2 April 2025, kegempaan Gunung Gede kembali menurun, hanya merekam 1 kali Gempa Tornillo. Hingga tanggal 6 April 2025 pukul 06.00 WIB, gempa vulkanik dalam tidak lagi terekam.

"Peningkatan dan penurunan kegempaan ini secara umum mengindikasikan aktivitas vulkanik Gunung Gede yang masih aktif," ujar Wafid.

Asap Kawah Teramati

Selain aktivitas kegempaan, pemantauan visual hingga 6 April 2025 menunjukkan adanya hembusan asap kawah dari Kawah Wadon. Ketinggian asap maksimal mencapai 100 meter.

Potensi Bahaya dan Imbauan

Wafid menjelaskan bahwa potensi bahaya dari aktivitas Gunung Gede berupa letusan freatik dan hembusan gas gunung api di sekitar kawah. Kondisi ini dapat membahayakan jiwa jika konsentrasi gas yang terhirup melebihi ambang batas aman.

Oleh karena itu, masyarakat di sekitar Gunung Gede dan wisatawan diimbau untuk tidak mendekati, menuruni, atau bermalam dalam radius 600 meter dari Kawah Wadon.

Status Aktivitas dan Informasi Lebih Lanjut

Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, tingkat aktivitas vulkanik Gunung Gede hingga 6 April 2025 pukul 06.00 WIB masih ditetapkan pada Level I (Normal).

Informasi lebih lanjut dapat diperoleh dengan menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung (022-7272606) atau Pos Pengamatan Gunungapi Gede (0812-2431-4051).

"Tingkat aktivitas Gunung Gede akan segera ditinjau kembali jika terdapat perubahan visual dan kegempaan yang signifikan," tegas Wafid.

Kilas Balik Aktivitas 1998

Perlu diingat, Gunung Gede pernah mengalami peningkatan aktivitas vulkanik pada tahun 1998. Saat itu, terjadi semburan asap putih tebal dan suara gemuruh yang terdengar dari kejauhan. Aktivitas tersebut sempat menyebabkan penutupan sementara jalur pendakian gunung.

Berikut adalah beberapa poin penting mengenai aktivitas Gunung Gede pada tahun 1998:

  • Aktivitas Vulkanik:
    • April 1998: Semburan asap putih tebal dan suara gemuruh.
    • Mei 1998: Peningkatan aktivitas dengan semburan asap putih tebal dan abu vulkanik.
  • Status Aktivitas:
    • Status ditingkatkan menjadi Level II (Waspada) oleh Direktorat Vulkanologi.
  • Dampak:
    • Tidak ada korban jiwa atau kerusakan signifikan.
    • Penutupan sementara jalur pendakian.

Meskipun status Gunung Gede saat ini Normal, masyarakat dan wisatawan tetap diimbau untuk selalu waspada dan mematuhi rekomendasi dari pihak berwenang demi keselamatan bersama.