KP2C Laporkan Penyebar Hoaks Siaga 1 Banjir Cileungsi-Cikeas ke Polisi

Masyarakat di sekitar aliran Sungai Cileungsi dan Cikeas diresahkan oleh informasi palsu yang beredar luas melalui aplikasi pesan instan, WhatsApp. Kabar tersebut menyebutkan bahwa tinggi muka air (TMA) di hulu Sungai Cileungsi telah mencapai 450 cm pada Minggu malam, yang mengindikasikan status Siaga 1 banjir. Informasi ini sontak menimbulkan kepanikan di kalangan warga yang masih trauma dengan banjir besar yang melanda Bekasi dan Bogor pada awal Maret lalu.

Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) dengan tegas membantah kebenaran informasi tersebut. Ketua KP2C, Puarman, menyatakan bahwa kabar tersebut adalah hoaks dan sangat disesalkan karena menimbulkan keresahan di masyarakat. Menurutnya, TMA Sungai Cileungsi pada malam itu justru berada pada angka 60 cm, jauh di bawah ambang batas normal 100 cm. Puarman menduga oknum tidak bertanggung jawab telah melakukan manipulasi informasi TMA yang biasa disebarkan secara resmi oleh KP2C untuk kemudian menyebarkannya kembali ke masyarakat.

Menyikapi hal ini, KP2C mengambil langkah tegas dengan melaporkan penyebaran hoaks tersebut ke Polsek Gunung Putri pada Minggu malam. Puarman berharap pihak kepolisian dapat segera mengusut tuntas kasus ini dan menindak pelaku penyebaran informasi palsu tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku. Tindakan ini diambil sebagai upaya memberikan efek jera kepada pelaku dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. KP2C mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi yang diterima sebelum menyebarkannya kembali, terutama informasi yang berkaitan dengan potensi bencana alam. Masyarakat disarankan untuk merujuk pada sumber informasi resmi dan terpercaya seperti KP2C dan instansi pemerintah terkait.

KP2C secara rutin melakukan pemantauan terhadap kondisi Sungai Cileungsi dan Cikeas, serta menyebarluaskan informasi yang akurat dan terpercaya kepada masyarakat. Komunitas ini juga aktif melakukan kegiatan edukasi dan sosialisasi terkait mitigasi bencana banjir kepada masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai. Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi banjir dan mengurangi risiko dampak yang ditimbulkan.

Berikut adalah poin-poin penting dari kejadian ini:

  • Hoaks Siaga 1 Banjir: Informasi palsu tentang TMA Sungai Cileungsi yang mencapai 450 cm dan status Siaga 1 banjir tersebar melalui WhatsApp.
  • Bantahan KP2C: KP2C memastikan bahwa informasi tersebut hoaks dan TMA Sungai Cileungsi hanya 60 cm.
  • Pelaporan ke Polisi: KP2C melaporkan penyebar hoaks ke Polsek Gunung Putri untuk ditindaklanjuti.
  • Respon Masyarakat: Masyarakat di sekitar Sungai Cileungsi dan Cikeas resah dan panik akibat informasi hoaks tersebut.
  • Himbauan KP2C: Masyarakat diimbau untuk memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya dan merujuk pada sumber informasi resmi.
  • Motif Pelaku: Diduga pelaku melakukan manipulasi informasi resmi KP2C untuk menyebarkan hoaks.
  • Dampak Hoaks: Hoaks tersebut menimbulkan kepanikan dan keresahan di masyarakat yang masih trauma dengan banjir sebelumnya.
  • Tindakan Preventif KP2C: KP2C secara rutin melakukan pemantauan sungai dan memberikan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat.