Keluhan Warga Samarinda Soal BBM Keruh Mencuat, Pertamina dan Pemprov Kaltim Lakukan Investigasi

Investigasi Kualitas BBM di Samarinda Menyusul Keluhan Warga

Samarinda, Kalimantan Timur - Keluhan mengenai kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diduga keruh di Samarinda, Kalimantan Timur, telah memicu respons dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) dan PT Pertamina Patra Niaga. Beberapa warga melaporkan gangguan pada kendaraan mereka setelah mengisi BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah tersebut.

Keluhan Warga Terkait Kualitas BBM

Arifin, seorang warga Jalan Juanda, menuturkan bahwa motornya mogok tak lama setelah mengisi Pertalite di SPBU Karang Asam. "Saya biasa isi di SPBU Karang Asam. Minggu lalu motor saya mogok, padahal baru ganti oli. Setelah dicek, katanya bahan bakarnya keruh," ujarnya. Linda, warga Karang Asem Ulu, juga mengalami masalah serupa dengan mobilnya. "Mobil saya sempat tersendat dan sulit dihidupkan. Suami saya sampai kuras tangki karena takut BBM-nya tercampur air," keluhnya.

Respons Pemerintah dan Pertamina

Merespons keluhan warga, Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Mas'ud, bersama tim gabungan dan perwakilan PT Pertamina Patra Niaga turun langsung ke SPBU Karang Asam, Samarinda, pada Sabtu (5/4/2025). Mereka melakukan pengecekan terhadap tangki timbun Pertalite dan Pertamax untuk memastikan tidak ada kontaminasi yang memengaruhi kualitas BBM.

"Kami ingin pastikan tidak ada benda asing, seperti air, yang bisa menurunkan mutu BBM. Dan hasilnya, setelah dicek, clear, tidak ada kontaminasi," kata Rudi di lokasi. Hasil uji densitas BBM menunjukkan angka normal, yakni berkisar antara 0,70–0,75. Gubernur juga menanggapi laporan masyarakat terkait kendaraan mogok, dengan menyatakan bahwa penyebabnya bisa beragam, tidak hanya kualitas BBM. "Penyebab kendaraan mogok bisa dari banyak hal, seperti perawatan yang kurang, oli dan filter yang tidak diganti, bahkan karena banjir yang sempat terjadi di beberapa wilayah," jelasnya.

Pemprov Kaltim berkomitmen untuk melakukan pengecekan berkala dan acak ke SPBU guna menjamin mutu BBM. Gubernur Rudi Mas'ud mengimbau warga untuk melaporkan jika menemukan kendala terkait kualitas BBM. "Kalau ada kendala, laporkan. Kami siap tindak lanjuti," tegasnya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Kalimantan, Edi Mangun, menyatakan bahwa seluruh BBM telah melewati proses quality control sebelum disalurkan. Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan keluhan melalui Pertamina Call Center 135.

Langkah Selanjutnya

Investigasi ini menjadi penting untuk memastikan kualitas BBM yang beredar di masyarakat. Pengecekan rutin dan respons cepat terhadap keluhan warga diharapkan dapat menjaga kepercayaan publik terhadap kualitas BBM dan mencegah kerugian yang dialami konsumen. Pemprov Kaltim dan Pertamina Patra Niaga diharapkan terus berkoordinasi untuk menjaga standar kualitas BBM dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.