Lonjakan Wisatawan Domestik Padati Desa Penglipuran Saat Libur Lebaran

Bali, pulau dewata yang memesona, kembali menjadi magnet utama bagi wisatawan domestik selama libur panjang Lebaran tahun ini. Desa Wisata Penglipuran, yang terletak di Kabupaten Bangli, menjadi salah satu destinasi favorit yang diserbu oleh ribuan pengunjung.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh pengelola kawasan wisata, sejak tanggal 31 Maret hingga 5 April, Desa Penglipuran telah menerima kunjungan sebanyak 35.742 wisatawan domestik. I Wayan Sumiarsa, Ketua Pengelola Desa Wisata Penglipuran, mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan kedatangan antara 3.000 hingga 4.000 wisatawan setiap harinya. Angka ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat Indonesia untuk menikmati keindahan dan keunikan Desa Penglipuran.

Kendati didominasi oleh wisatawan domestik, Desa Penglipuran juga tetap menarik minat wisatawan mancanegara. Tercatat sekitar 2.000 turis asing turut mengunjungi desa wisata ini selama periode libur Lebaran. Puncak kunjungan wisatawan terjadi pada H+3 Lebaran, dengan jumlah pengunjung mencapai 7.500 orang dalam sehari. Lonjakan pengunjung ini berdampak positif pada tingkat hunian homestay di sekitar Desa Penglipuran.

"Para pengunjung yang menginap di homestay umumnya ingin merasakan suasana desa yang autentik pada malam dan pagi hari, sambil menyaksikan aktivitas sehari-hari warga Penglipuran," ujar Sumiarsa.

Desa Penglipuran menyediakan berbagai pilihan akomodasi bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman menginap di desa tradisional. Selain homestay yang dikelola oleh warga setempat, pengelola juga menyiapkan sejumlah kamar eksklusif. Wisatawan juga dapat menyewa pakaian adat yang disediakan oleh warga, sehingga semakin merasakan kehidupan desa yang kental dengan tradisi.

Salah satu daya tarik utama Desa Penglipuran selama libur Lebaran adalah atraksi barong macan. Pengelola kawasan juga telah menyiapkan berbagai paket berlibur menarik menjelang Hari Raya Galungan, termasuk paket menginap dan paket early visit.

"Kami sudah menyiapkan paket menginap dan paket early visit untuk wisatawan yang berkunjung saat Hari Raya Galungan," kata Sumiarsa.

Pesona Desa Penglipuran

Desa Penglipuran terletak di dataran tinggi dengan ketinggian 600 meter di atas permukaan laut. Desa ini membentang sepanjang kurang lebih 1 kilometer dengan jalan menurun selebar 4 meter. Secara geografis, Desa Penglipuran berbatasan dengan:

  • Utara: Desa Adat Kayang
  • Selatan: Desa Adat Cempaga
  • Timur: Desa Adat Kubu
  • Barat: Desa Adat Cekeng

Nama Penglipuran berasal dari kata 'pengeling' atau 'eling' yang berarti ingat atau mengingat, dan kata 'pura' yang berarti tempat/benteng/tanah leluhur. Secara keseluruhan, Penglipuran berarti 'ingat kepada tanah leluhur/tempat asal mulanya'.

Desa Penglipuran dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia. Bahkan, UNESCO menobatkan Desa Penglipuran sebagai desa adat terbersih nomor 3 di dunia. Kebersihan desa ini terlihat dari parit saluran air selebar 50 cm yang terawat dengan baik di sepanjang jalan.

Selain kebersihan, Desa Penglipuran juga memiliki tata ruang yang unik bernama "Tri Mandala". Tata ruang ini membagi desa menjadi tiga wilayah:

  • Utama Mandala: Wilayah suci untuk dewa dan peribadatan.
  • Madya Mandala: Tempat tinggal penduduk.
  • Nista Mandala: Area pemakaman penduduk.

Desa Penglipuran juga dikenal kaya akan tradisi dan budaya. Berbagai upacara adat dan agama rutin dilaksanakan setiap enam bulan atau setahun sekali, seperti Upacara Ngusaba Paruman yang merupakan persembahan kepada Dewa Brahma dan Dewa Wisnu.