Nestapa Warga Maharta Tangsel: Banjir Berulang, Trauma dan Harapan pada Pemerintah

Derita Banjir di Perumahan Maharta: Antara Keputusasaan dan Harapan Warga

Perumahan Maharta di Pondok Kacang Timur, Tangerang Selatan, kembali menjadi sorotan akibat banjir yang berulang. Bambang (50), seorang warga yang telah menghuni perumahan ini sejak tahun 1991, mengungkapkan kepedihan mendalam atas situasi yang tak kunjung membaik. Dalam sebulan terakhir, permukimannya telah dilanda banjir sebanyak tiga kali, menimbulkan kerugian materi dan trauma psikologis yang mendalam.

"Kalau boleh jujur, saya sudah lelah menahan kesedihan," ungkap Bambang dengan nada getir. "Setiap kali hujan datang, kami sekeluarga diliputi kepanikan. Untungnya, kemarin kami sudah mengantisipasi dengan mengevakuasi barang-barang berharga."

Kondisi serupa juga dialami oleh Samratuti (60), warga Maharta lainnya. Ia baru saja tiba di rumah setelah menjenguk mertuanya ketika banjir mulai merendam kawasan tersebut. Dalam sekejap, air bah meluap dan merendam seluruh perabotan rumah tangganya. "Saya hanya sempat menyelamatkan beberapa bantal dan sepatu. Kulkas, sofa, beras, semuanya terendam air," ujarnya dengan nada pasrah.

Akar Masalah dan Aspirasi Warga

Menurut Samratuti, masalah banjir di Perumahan Maharta semakin parah dalam lima tahun terakhir, terutama sejak pembangunan jembatan baru. Ia menduga bahwa konstruksi tersebut telah mengganggu aliran air, menyebabkan genangan yang semakin tinggi dan meluas. "Dulu, air masih bisa mengalir dengan lancar. Sekarang, air justru berputar-putar di sini seperti di dalam wajan," keluhnya.

Warga Maharta merasa kecewa dengan respons pemerintah daerah yang dianggap lambat dan kurang efektif dalam menangani masalah banjir. Mereka bahkan berinisiatif untuk mencari solusi mandiri, seperti pengadaan pompa portabel dengan dana patungan. "Kami sudah lelah menerima janji-janji manis. Jika perlu, kami akan mencari solusi sendiri dengan bergotong royong," tegasnya.

Dampak Banjir yang Merugikan

Banjir tidak hanya menyebabkan kerusakan materi, tetapi juga berdampak pada hilangnya waktu dan kesempatan kerja bagi warga. Mereka harus meluangkan waktu dan tenaga untuk membersihkan rumah dan lingkungan yang terendam lumpur. Selain itu, rasa was-was dan ketidakpastian akan datangnya banjir susulan membuat mereka hidup dalam kecemasan.

"Anak-anak tidak bisa bekerja, rumah rusak, dan setiap hari kami merasa was-was. Saya bahkan merasa takut untuk pergi ke Tanah Abang, karena khawatir rumah akan kebanjiran lagi. Hidup kami menjadi tidak tenang," ungkap Samratuti.

Harapan Warga pada Pemerintah

Warga Maharta berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap masalah banjir yang mereka alami. Mereka meminta agar pemerintah segera melakukan normalisasi sungai dan drainase, serta menyediakan pompa air darurat untuk mengatasi banjir yang terjadi sewaktu-waktu.

"Harapan kami, pemerintah dapat memikirkan solusi jangka panjang, seperti pengerukan sungai. Untuk jangka pendek, kami mohon agar pemerintah memberikan bantuan pompa air darurat. Dengan adanya pompa air, kami dapat segera mengatasi banjir dan kembali beraktivitas," ujar Bambang.

Respon Pemerintah dan Kondisi Terkini

Komandan Peleton Satgas BPBD Kota Tangerang Selatan, Dian Wiryawan, mengakui bahwa ada 23 titik banjir di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa banjir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan meluapnya aliran sungai. Selain itu, saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air juga menjadi faktor penyebab banjir.

Salah satu titik banjir terparah berada di Perumahan Pondok Maharta, Kelurahan Pondok Kacang Timur, dengan ketinggian air mencapai 130 sentimeter dan berdampak pada 350 kepala keluarga. Sementara itu, Perumahan Taman Mangu di Jurang Mangu Barat juga terdampak banjir dengan ketinggian air antara 20 hingga 45 sentimeter, yang berdampak pada 200 kepala keluarga.

Dian Wiryawan menambahkan bahwa sebagian besar genangan air sudah mulai surut, meskipun masih ada beberapa titik yang tergenang. Pemerintah daerah terus berupaya untuk mengatasi banjir dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.