Misteri Kematian Lansia Depok di Solo: Berobat Alternatif Berujung Maut Terikat di Kali Anyar

Misteri Kematian Lansia Depok di Solo: Berobat Alternatif Berujung Maut Terikat di Kali Anyar

Kota Solo digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria lanjut usia di aliran Kali Anyar, Kedung Tungkul, Mojosongo, Jebres. Jasad pria yang diketahui bernama AH (75), warga Depok, Jawa Barat, ditemukan dalam kondisi memprihatinkan dengan tubuh dan tangan terikat pada Rabu (26/3/2025).

Penemuan ini menimbulkan kecurigaan kuat adanya tindak kekerasan yang menyebabkan kematian korban. Kasus ini tengah diselidiki secara intensif oleh Polresta Solo.

Kronologi dan Penyelidikan Awal

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polresta Solo, AKP Prastiyo Triwibowo, korban telah berada di Solo selama lima hari sebelum ditemukan tak bernyawa. Keluarga korban mengungkapkan bahwa AH sempat berpamitan untuk menjalani pengobatan alternatif terkait penyakit diabetes mellitus yang dideritanya. Korban berangkat seorang diri dari rumahnya di Depok dengan menggunakan transportasi umum.

"Dalam rangka berobat alternatif. Karena yang bersangkutan punya diabetes mellitus. Berangkat sendiri dari rumah, pamitan sama anaknya sendiri menggunakan transportasi umum," kata AKP Prastiyo.

Namun, ada ketidaksesuaian informasi terkait tujuan pengobatan AH. Awalnya, keluarga menduga AH pergi berobat ke wilayah Bogor, Jawa Barat. Ketidakjelasan ini semakin menambah misteri di balik kematian korban.

"Keterangan anaknya, tanpa diketahui tujuan berobatnya di mana, tidak ada. Karena pamit sama anaknya di Bogor," tambahnya.

Fakta-Fakta di Lokasi Penemuan

Saat ditemukan, jasad AH mengapung di aliran Kali Anyar. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa korban telah meninggal dunia sebelum tubuhnya berada di air. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda air atau kotoran di saluran pernapasan korban, mengindikasikan kematian bukan disebabkan oleh tenggelam.

"Terhadap badan sudah mati lemas. Saluran pernapasan bersih tanpa terkena air sungai atau kotoran," jelas Prastiyo.

Lebih lanjut, AKP Prastiyo menjelaskan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Akan tetapi, keberadaan tali yang mengikat tubuh AH menjadi petunjuk penting bahwa ada indikasi kesengajaan dari pihak lain yang menyebabkan kematian korban.

"Untuk kekerasan negatif, yang pasti meninggalnya karena mati lemas, kehabisan napas. (Temali pada tubuh korban) memang perbuatan seseorang tapi masih dalam penyelidikan, ada unsur kesengajaan menghilangkan nyawa," tutupnya.

Penyelidikan Mendalam

Saat ini, Polresta Solo tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kematian AH dan motif di balik pengikatan tubuh korban. Beberapa saksi telah dimintai keterangan, termasuk keluarga korban dan pihak-pihak yang mungkin mengetahui keberadaan AH selama berada di Solo. Polisi juga berupaya melacak jejak perjalanan korban dan mencari petunjuk lain yang dapat mengarah pada pelaku.

Kasus ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian, dan diharapkan dapat segera terungkap sehingga keadilan dapat ditegakkan bagi korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Poin-Poin Penting Kasus

  • Korban: AH (75), warga Depok, Jawa Barat
  • Lokasi Penemuan: Kali Anyar, Mojosongo, Jebres, Solo
  • Kondisi: Tubuh dan tangan terikat
  • Penyebab Kematian: Diduga mati lemas
  • Motif: Masih dalam penyelidikan, indikasi kesengajaan menghilangkan nyawa
  • Penyakit Korban: Diabetes Mellitus