Terdegradasi Bersama Southampton, Aaron Ramsdale Kembali Dihantui 'Kutukan' Degradasi
Southampton Terjerumus ke Championship, Ramsdale Kembali Terlibat dalam Degradasi
Southampton Football Club resmi mengakhiri petualangan mereka di Premier League musim ini setelah dipastikan terdegradasi. Kepastian ini didapat usai kekalahan 1-3 yang menyakitkan dari Tottenham Hotspur pada pertandingan yang digelar Minggu (6/4/2025). Hasil ini membuat tim berjuluk The Saints ini tak mampu lagi keluar dari zona merah degradasi.
Dengan koleksi hanya 10 poin dari 31 pertandingan yang telah dilakoni, Southampton terpuruk di dasar klasemen sementara Liga Inggris. Meskipun masih menyisakan tujuh pertandingan, perolehan poin maksimal yang bisa mereka raih (31 poin) tidak akan cukup untuk menyalip Wolverhampton Wanderers yang berada di posisi ke-17 dengan 32 poin.
Di tengah keterpurukan Southampton, sosok Aaron Ramsdale, penjaga gawang yang baru bergabung dengan klub tersebut, menjadi sorotan tajam. Kiper berusia 26 tahun itu dituding membawa semacam "kutukan" degradasi, julukan yang melekat padanya karena rekam jejaknya yang kurang menguntungkan terkait nasib klub yang ia bela.
Catatan Degradasi Ramsdale
Degradasi bersama Southampton ini menjadi pengalaman pahit ketiga bagi Ramsdale. Sebelumnya, ia pernah mengalami hal serupa bersama Bournemouth pada musim 2019/2020 dan Sheffield United pada musim 2020/2021. Fakta ini membuat sebagian pihak menjulukinya sebagai "pembawa sial" bagi tim yang dibelanya.
Catatan Ramsdale ini hanya kalah dari Nathan Blake dan Herman Hreidarsson, dua pemain yang tercatat pernah terdegradasi dengan lima klub berbeda sepanjang karier mereka. Sebuah rekor yang tentunya tidak ingin disamai oleh Ramsdale.
Menariknya, dua degradasi pertama yang dialami Ramsdale terjadi tidak lama setelah ia bergabung dengan Bournemouth dan Sheffield United. Pola serupa kembali terulang di Southampton, di mana ia langsung merasakan pahitnya degradasi di musim pertamanya berseragam The Saints.
Ramsdale didatangkan Southampton pada Agustus tahun lalu setelah tersisih dari skuad utama Arsenal. Ia menerima tawaran Southampton dengan nilai transfer yang mencapai 25 juta poundsterling dan menandatangani kontrak berdurasi empat tahun.
Statistik Buruk dan Sindiran Netizen
Namun, performa Ramsdale bersama Southampton jauh dari kata memuaskan. Ia tercatat telah kebobolan sebanyak 56 kali dan hanya mampu mencatatkan tiga clean sheet di musim pertamanya. Statistik ini tentu saja tidak cukup untuk menyelamatkan klub dari jerat degradasi.
Akibatnya, Ramsdale menjadi sasaran ejekan dan sindiran dari netizen di media sosial. Banyak yang mengungkit rekam jejaknya yang kurang menguntungkan terkait degradasi.
- "Kutukan Ramsdale itu nyata. Saya takut," tulis seorang netizen.
- "Relegasidale," sindir akun lainnya, merujuk pada kata "relegation" yang berarti degradasi.
- "Anda harus menghormati konsistensinya," tulis netizen lain, menyindir Aaron Ramsdale atas "konsistensinya" dalam mengalami degradasi.
Masa depan Aaron Ramsdale setelah Southampton terdegradasi masih menjadi tanda tanya. Apakah ia akan tetap bertahan di St Mary's Stadium untuk membantu tim kembali promosi ke Premier League, atau memilih untuk mencari tantangan baru di klub lain?