Kemenperin Dalami PHK Massal di PT Yihong Novatex Imbas Aksi Mogok Kerja

Gelombang PHK Kembali Terjadi: Kemenperin Investigasi Kasus PT Yihong Novatex

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah melakukan investigasi mendalam terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang menimpa PT Yihong Novatex Indonesia, sebuah perusahaan manufaktur alas kaki yang berlokasi di Cirebon, Jawa Barat. Perusahaan tersebut dilaporkan telah merumahkan 1.126 karyawan dari total sekitar 1.500 pekerja. Langkah drastis ini semakin memperpanjang daftar perusahaan di sektor alas kaki yang melakukan PHK, menambah kekhawatiran akan stabilitas industri padat karya.

Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan mengenai PHK ini. "Masih didalami setelah laporan," ujarnya di Jakarta, Senin (7/4/2025). Meskipun belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai penyebab PHK massal tersebut, Faisol memastikan bahwa Kemenperin akan segera membahas isu ini dalam waktu dekat. "Kita akan bahas minggu depan," tambahnya.

PHK yang dilakukan oleh PT Yihong Novatex Indonesia menjadi perhatian khusus karena terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran publik mengenai ketahanan industri padat karya, khususnya sektor alas kaki. Industri ini selama ini dikenal sebagai salah satu kontributor ekspor utama dan penyerap tenaga kerja yang signifikan.

Aksi Mogok Kerja Berujung PHK Massal

Informasi terbaru mengungkapkan bahwa keputusan PT Yihong Novatex Indonesia untuk menghentikan operasional dan melakukan PHK terhadap ratusan karyawannya dipicu oleh aksi mogok kerja yang dilakukan oleh para pekerja. Mogok kerja yang berlangsung selama empat hari berturut-turut tersebut, disinyalir menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan dan berdampak pada keberlangsungan bisnis.

Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat, Firman Desa, mengkonfirmasi bahwa aksi mogok kerja memiliki konsekuensi serius bagi perusahaan. "Kalau ditarik kesimpulan PHK (massal) ini dipicu dari demo mogok kerja empat hari berturut-turut," jelas Firman.

Berikut adalah poin-poin penting terkait situasi ini:

  • Jumlah Karyawan Terdampak: 1.126 karyawan dirumahkan dari total 1.500 pekerja.
  • Penyebab PHK: Aksi mogok kerja selama empat hari berturut-turut yang mengakibatkan kerugian bagi perusahaan.
  • Tanggapan Pemerintah: Kemenperin akan melakukan investigasi lebih lanjut dan membahas masalah ini dalam waktu dekat.
  • Kekhawatiran Publik: Stabilitas industri padat karya, khususnya sektor alas kaki, menjadi perhatian utama.

Kemenperin diharapkan dapat segera menemukan solusi yang adil bagi semua pihak terkait, termasuk pekerja yang kehilangan pekerjaan dan perusahaan yang tengah berjuang menghadapi tantangan ekonomi.

KASBI(Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia) juga melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor Bupati Cirebon. Mereka menuntut agar dapat dipekerjakan kembali.