Tim Damkar Situbondo Sigap Selamatkan Jari Warga dari Cincin yang Membelit
Tim Damkar Situbondo Sigap Selamatkan Jari Warga dari Cincin yang Membelit
SITUBONDO - Regu penyelamat dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Situbondo kembali menunjukkan profesionalisme dan kesigapannya dalam melayani masyarakat. Kali ini, mereka berhasil melepaskan sebuah cincin yang terpasang erat dan menyebabkan pembengkakan pada jari seorang wanita, Laili (40), warga Kecamatan Situbondo Kota, pada Selasa (8/4/2025).
Laili, yang merasa cemas dengan kondisi jarinya yang semakin membengkak akibat cincin yang semakin ketat, langsung mendatangi kantor Damkar Situbondo untuk meminta bantuan. Kasubag Umum Damkar Situbondo, Dayat, menjelaskan bahwa Laili datang dengan kondisi jari telunjuk yang sudah memprihatinkan.
"Yang bersangkutan datang ke kantor kami karena cincinnya semakin mengecil dan sulit dilepas," ujar Dayat.
Tim Damkar segera bertindak cepat. Setelah melakukan pemeriksaan awal, mereka memutuskan untuk memotong cincin tersebut menggunakan peralatan khusus. Dayat mengungkapkan bahwa sebelumnya Laili telah berupaya melepaskan cincinnya sendiri dengan menggunakan minyak, namun usahanya tidak berhasil.
Proses pemotongan cincin dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menghindari risiko cedera pada jari Laili. Petugas menggunakan alat pemotong mini yang dilengkapi dengan air mengalir untuk meminimalkan panas yang dihasilkan selama proses pemotongan. Dengan teknik yang tepat, cincin tersebut berhasil dipotong tanpa menyebabkan luka sedikit pun pada jari Laili.
"Kami menggunakan alat khusus dan air mengalir agar yang bersangkutan tidak merasa panas dan tidak terluka," jelas Dayat.
Seluruh proses penyelamatan ini berlangsung kurang lebih 10 menit. Setelah cincin berhasil dilepaskan, Laili merasa lega dan berterima kasih atas bantuan cepat dan profesional dari tim Damkar Situbondo.
Dayat menambahkan bahwa kasus evakuasi cincin semacam ini cukup sering terjadi di Situbondo. Ia mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan ukuran cincin yang mereka gunakan, terutama jika mengalami perubahan berat badan. Kenaikan berat badan dapat menyebabkan jari-jari membesar, sehingga cincin yang semula pas menjadi terlalu ketat dan sulit dilepas.
"Dalam seminggu terakhir, kami sudah tiga kali melakukan evakuasi cincin," ungkap Dayat. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan potensi masalah cincin yang terlalu ketat perlu ditingkatkan.
Keberhasilan Damkar Situbondo dalam menangani kasus ini sekali lagi membuktikan bahwa peran mereka tidak hanya terbatas pada pemadaman api, tetapi juga mencakup berbagai bentuk penyelamatan dan pelayanan kemanusiaan lainnya. Kesigapan, profesionalisme, dan peralatan yang memadai menjadi kunci keberhasilan mereka dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Damkar Situbondo mengimbau masyarakat agar tidak ragu untuk meminta bantuan jika mengalami masalah serupa. Mereka siap memberikan pelayanan terbaik demi keselamatan dan kenyamanan warga.