Dugaan Pungutan Liar Oknum Camat Palembang Mencuat: Walikota Turun Tangan

Dugaan Pungutan Liar Camat Palembang Gegerkan Warga

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan keluhan seorang Ketua RT di Palembang, Sumatera Selatan, yang mengindikasikan adanya dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh seorang oknum Camat. Sang Ketua RT, dalam aduannya kepada anggota DPRD Palembang, mengungkapkan bahwa camat tersebut diduga meminta sumbangan dengan dalih mengajak jalan-jalan ke Lampung, dengan patokan biaya Rp 700 ribu per orang.

Respon Cepat Walikota Palembang

Menanggapi isu yang beredar luas tersebut, Walikota Palembang, Ratu Dewa, bereaksi cepat. Ia menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) untuk segera melakukan investigasi mendalam terhadap kasus ini. Selain itu, Walikota juga memerintahkan pemanggilan camat yang bersangkutan beserta pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan.

"Saya sudah meminta Sekda untuk segera memeriksa pihak-pihak yang terkait dengan informasi yang beredar mengenai adanya dugaan pemaksaan sumbangan kepada RT," tegas Ratu Dewa kepada awak media.

Walikota Dewa menekankan komitmennya untuk menindak tegas siapapun yang terbukti melakukan pelanggaran. Ia menyatakan bahwa proses pemeriksaan akan dilakukan secara transparan dan adil. Jika terbukti bersalah, oknum camat tersebut akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Bantahan Camat Terkait

Sementara itu, Camat Ilir Barat I Palembang, Alexander, dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Ia menyatakan bahwa informasi mengenai dirinya meminta sumbangan secara paksa kepada para Ketua RT adalah tidak benar alias hoax.

"Tidak benar itu. Itu informasi bohong. Saya tidak pernah meminta sumbangan apalagi memaksa RT," ujarnya.

Alexander juga menambahkan, secara logika, dana sebesar Rp 700 ribu per orang tidak akan mencukupi untuk perjalanan ke Lampung selama beberapa hari. Ia mempertanyakan motif di balik penyebaran isu tersebut dan menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan apapun untuk mengajak rombongan RT berlibur ke Lampung.

Investigasi Mendalam dan Transparansi

Kasus dugaan pungli ini menjadi sorotan publik dan memicu berbagai reaksi. Masyarakat berharap agar pemerintah Kota Palembang dapat melakukan investigasi secara mendalam dan transparan untuk mengungkap kebenaran di balik isu ini. Penegakan hukum yang adil dan tegas diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah terjadinya praktik serupa di kemudian hari.

Berikut adalah poin-poin penting dari kejadian ini:

  • Dugaan Pungli: Oknum Camat diduga meminta sumbangan untuk jalan-jalan ke Lampung.
  • Keluhan RT: Ketua RT menyampaikan keluhan kepada anggota DPRD Palembang.
  • Respon Walikota: Walikota Palembang memerintahkan investigasi dan penindakan tegas.
  • Bantahan Camat: Camat membantah tuduhan dan menyebutnya sebagai hoax.
  • Harapan Masyarakat: Masyarakat menuntut investigasi transparan dan penegakan hukum yang adil.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan perkembangannya akan terus dipantau oleh publik.