Lucky Hakim Klarifikasi Penggunaan Dana Pribadi dalam Liburan ke Jepang, Akui Kesalahan Prosedur
Lucky Hakim Klarifikasi Penggunaan Dana Pribadi dalam Liburan ke Jepang, Akui Kesalahan Prosedur
Jakarta, [Tanggal Sekarang] - Bupati Indramayu, Lucky Hakim, memberikan klarifikasi terkait polemik liburan keluarganya ke Jepang saat libur Lebaran 2025. Dalam pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Lucky Hakim menegaskan bahwa seluruh biaya perjalanan ditanggung secara pribadi dan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Saya sudah menunjukkan bukti-bukti bahwa tiket pesawat dan akomodasi dibeli menggunakan uang pribadi, termasuk untuk keluarga yang ikut serta," ujar Lucky Hakim usai menjalani pemeriksaan di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat. Ia juga menambahkan bahwa tidak ada fasilitas negara yang digunakan, mulai dari transportasi ke bandara hingga akomodasi selama di Jepang.
Pengakuan Kesalahan Prosedur
Meski membantah penggunaan dana publik, Lucky Hakim mengakui adanya kesalahan prosedur terkait izin ke luar negeri. Ia berdalih, ketidaktahuannya mengenai aturan yang berlaku untuk kepala daerah saat cuti bersama menjadi penyebabnya.
"Saya mengakui kesalahan karena kurang teliti dalam memahami aturan. Saya berasumsi bahwa izin ke luar negeri hanya diperlukan saat hari kerja, bukan saat cuti bersama Lebaran," jelasnya.
Lucky Hakim menjelaskan bahwa ia bertolak ke Jepang dua hari setelah Hari Raya Idul Fitri, dengan pemikiran bahwa suasana kantor pemerintahan sudah libur dan para staf tidak masuk kerja. Namun, ia menyadari bahwa pemahamannya tersebut keliru.
Pendalaman Kemendagri Terus Berlanjut
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, menyatakan bahwa Kemendagri akan terus mendalami kasus ini. Pemeriksaan tidak hanya fokus pada sumber dana perjalanan, tetapi juga potensi penerimaan dana dari pihak lain.
"Kami akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam penggunaan anggaran negara," tegas Bima Arya.
Latar Belakang Kasus
Sebelumnya, Lucky Hakim menjadi sorotan publik setelah foto-foto liburannya di Jepang tersebar di media sosial. Keberangkatannya ke luar negeri saat libur Lebaran dinilai melanggar surat edaran Kemendagri yang menghimbau kepala daerah untuk fokus pada penanganan perayaan Idul Fitri di daerah masing-masing.
Foto-foto yang diunggah di akun media sosialnya, termasuk yang di-tag ke akun @japantour.id, memicu berbagai komentar dari warganet. Bahkan, Gubernur Jawa Barat saat itu, Dedi Mulyadi, turut mengunggah foto Lucky Hakim di akun TikTok-nya dengan nada bercanda.
Atas kejadian ini, Lucky Hakim menjalani pemeriksaan oleh Inspektorat Kemendagri selama kurang lebih empat jam. Ia berharap klarifikasi ini dapat meluruskan kesalahpahaman dan menegaskan komitmennya untuk menjalankan tugas sebagai Bupati Indramayu secara profesional dan bertanggung jawab.
Poin Penting:
- Lucky Hakim mengklaim liburan ke Jepang menggunakan dana pribadi.
- Mengakui kesalahan prosedur terkait izin ke luar negeri saat cuti bersama.
- Kemendagri terus mendalami kasus ini, termasuk potensi penerimaan dana dari pihak lain.
- Keberangkatannya ke Jepang menuai kritik karena melanggar surat edaran Kemendagri.