Modus Baru Kejahatan: Pencuri Gasak Motor Ojol di Bandung dengan Dalih Kenal Polisi

Penipu Ulung Gasak Motor Ojol di Bandung, Polisi Buru Pelaku

Sebuah aksi pencurian sepeda motor dengan modus operandi baru menggemparkan Kota Bandung. Seorang pengemudi ojek online (ojol) menjadi korban setelah pelaku, dengan lihai, berpura-pura mengenal anggota kepolisian yang sedang bertugas. Insiden ini terjadi di kawasan asrama polisi, Jalan Ibrahim Adjie, Kecamatan Buah Batu, dan terekam oleh kamera pengawas (CCTV), yang kemudian viral di media sosial.

Kompol Rizal Jatnika, Kapolsek Buah Batu, menjelaskan bahwa pelaku menggunakan taktik yang cerdik untuk mengelabui korban. Pelaku awalnya menyewa jasa ojol secara offline dan kemudian meminta diantarkan ke sekitar pos penjagaan asrama polisi. Di sana, pelaku mendekati seorang anggota polisi dan memulai percakapan, seolah-olah mereka sudah saling mengenal. Hal ini dilakukan untuk membangun kepercayaan korban.

"Pelaku ini awalnya menyewa ojol secara offline. Kemudian diajak berkeliling, dan akhirnya berhenti di pos polisi. Di sana, dia berpura-pura menyapa anggota polisi yang sedang berjaga, seolah-olah mereka saling kenal," ujar Kompol Rizal.

Setelah berhasil meyakinkan korban, pelaku kemudian meminjam sepeda motor dengan alasan hendak membeli sesuatu. Tanpa menaruh curiga, korban menyerahkan kunci motornya. Namun, pelaku tak kunjung kembali, dan korban menyadari bahwa ia telah menjadi korban penipuan.

Rekaman CCTV menunjukkan korban sedang duduk bersama seorang anggota polisi di pos penjagaan. Tak lama kemudian, seorang pria berjaket datang dan terlibat percakapan dengan korban. Pria tersebut lalu meminta kunci motor dengan alasan akan membeli sesuatu. Korban, yang telah terpedaya oleh aksi pelaku yang seolah mengenal polisi, memberikan kunci motor tersebut tanpa ragu.

Kapolsek menambahkan bahwa pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk menangkap pelaku. Namun, polisi mengalami kendala karena korban dan pelaku tidak saling mengenal sebelumnya.

"Kami masih melakukan penyelidikan. Kendala kami adalah korban dan pelaku ini tidak saling mengenal," jelasnya.

Kasus ini menjadi peringatan bagi para pengemudi ojek online untuk lebih berhati-hati dan waspada terhadap orang asing, terutama yang mencoba mendekati dengan berbagai modus operandi. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal, meskipun mereka mencoba meyakinkan dengan berbagai cara, termasuk mengaku mengenal aparat penegak hukum.

Daftar Kewaspadaan untuk Pengemudi Ojek Online:

  • Verifikasi Identitas: Selalu periksa identitas penumpang, terutama jika menerima order secara offline.
  • Hindari Tempat Sepi: Usahakan untuk tidak mengantar penumpang ke tempat-tempat yang sepi dan mencurigakan.
  • Komunikasi: Beritahu keluarga atau teman mengenai rute perjalanan Anda.
  • Waspada Modus Baru: Selalu update informasi mengenai modus-modus kejahatan terbaru yang menyasar pengemudi ojol.
  • Jangan Ragu Lapor: Jika merasa ada yang mencurigakan, jangan ragu untuk melaporkan kepada pihak berwajib.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan. Jangan mudah percaya kepada orang yang baru dikenal, dan selalu laporkan kejadian mencurigakan kepada pihak berwajib.