Ribuan Ketupat Hiasi Kampung NU Magetan dalam Semarak Lebaran Ketupat
Lebaran Ketupat Meriah di Kampung NU Magetan: 5.000 Ketupat Gantung Jadi Daya Tarik
Kampung Nahdlatul Ulama (NU) di Dukuh Njoso, Desa Turi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menjadi pusat perhatian dengan tradisi unik menyambut Lebaran Ketupat. Lebih dari 5.000 ketupat dan lepat di gantung di depan rumah warga, menghiasi sepanjang jalan sekitar 1 kilometer. Tradisi ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan pelestarian budaya yang semakin menarik perhatian wisatawan.
Sejarah dan Tujuan Wisata Ketupat
Menurut Suyitno, tokoh masyarakat Kampung NU Desa Turi, tradisi wisata ketupat ini sudah ada sejak tahun 2017. Sempat terhenti selama dua tahun akibat pandemi Covid-19, kegiatan ini kembali dihidupkan pada tahun 2021 dan terus berlanjut hingga sekarang. Dengan sekitar 250 kepala keluarga, masing-masing menggantung 20 hingga 25 ketupat di depan rumah mereka, menciptakan pemandangan yang indah dan memikat.
Tujuan utama dari kegiatan wisata ketupat ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi antar warga, baik dari Desa Turi maupun desa-desa lain di Kabupaten Magetan. Suyitno mengungkapkan bahwa tradisi ketupat mulai dilupakan, padahal memiliki nilai penting dalam menjalin hubungan baik antar sesama. Oleh karena itu, mereka berupaya melestarikan tradisi ini agar semakin banyak orang yang dapat merasakan manfaatnya.
Persiapan dan Semangat Warga
Sri Rahayu, seorang warga Desa Turi, menuturkan bahwa wisata ketupat di Kampung NU ini telah menjadi tradisi yang akan terus dilestarikan. Persiapan untuk membuat ketupat pun dilakukan sejak sehari sebelumnya, dengan proses perebusan yang memakan waktu hingga 4 jam.
Warga lainnya, Sumini, mengaku rela mengeluarkan biaya lebih dari Rp 200.000 untuk mempersiapkan sekitar 40 ketupat dan lontong. Ia juga membuat sayur lodeh, opor, dan sayuran pecel sebagai pelengkap hidangan ketupat. Semangat gotong royong dan keikhlasan dalam berbagi menjadi ciri khas perayaan ini.
Daya Tarik dan Hiburan Tambahan
Wisata ketupat di Kampung NU Njoso Desa Turi dihadiri oleh ribuan warga dari berbagai daerah di sekitar Magetan. Para pengunjung dapat menikmati ketupat pecel dan sayur lodeh yang disajikan di depan rumah setiap warga. Marni, seorang pengunjung dari Madiun, mengaku senang bisa melihat langsung dan menikmati ketupat pecel di Kampung NU ini. Ia juga mengapresiasi tradisi menjalin silaturahmi yang harus terus dilestarikan.
Selain hidangan ketupat, kegiatan wisata ini juga dimeriahkan dengan berbagai kesenian, seperti Reyog, penampilan kesenian rebana, dan pengajian. Untuk lebih memeriahkan acara, Suyitno berencana mengundang pendakwah kondang, Muhammad Iqdam Khalid atau Gus Iqdam, pada kegiatan wisata ketupat tahun depan. Tujuannya adalah untuk menarik lebih banyak pengunjung dan kembali menghidupkan tradisi silaturahmi dengan menyajikan ketupat.
Lebaran Ketupat: Lebih dari Sekadar Hidangan
Lebaran Ketupat di Kampung NU Magetan bukan hanya tentang menikmati hidangan lezat, tetapi juga tentang mempererat tali persaudaraan, melestarikan budaya, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Tradisi ini menjadi daya tarik wisata yang unik dan memberikan pengalaman berharga bagi para pengunjung yang datang.
Berikut beberapa hal menarik dari perayaan Lebaran Ketupat di Kampung NU Magetan:
- Ribuan Ketupat: Lebih dari 5.000 ketupat digantung di depan rumah warga.
- Silaturahmi: Ajang mempererat hubungan antar warga dan pengunjung.
- Pelestarian Budaya: Upaya menghidupkan kembali tradisi yang mulai dilupakan.
- Hidangan Khas: Ketupat pecel, sayur lodeh, dan opor menjadi hidangan utama.
- Hiburan: Pertunjukan Reyog, rebana, dan pengajian memeriahkan acara.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, warga Kampung NU Magetan berhasil menciptakan perayaan Lebaran Ketupat yang meriah dan berkesan. Tradisi ini diharapkan dapat terus dilestarikan dan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan potensi wisata budaya yang ada.