Tarif Impor AS Picu Kekhawatiran Petani Sawit Bengkulu, Wagub Mian Imbau Pabrik CPO Jaga Harga TBS

Respon Cepat Wagub Bengkulu Atasi Keresahan Petani Sawit Akibat Penurunan Harga TBS

Bengkulu - Keresahan melanda para petani sawit di Bengkulu pasca-Lebaran menyusul penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang cukup signifikan. Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, Mian, bergerak cepat dengan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah perusahaan pengolahan Crude Palm Oil (CPO) di wilayah tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas harga TBS di tingkat petani.

Penurunan Harga TBS Mencapai Rp 300 Per Kilogram

Menurut laporan, harga TBS kelapa sawit di Bengkulu mengalami penurunan sekitar Rp 300 per kilogram dalam sepekan terakhir setelah perayaan Idul Fitri. Penurunan ini dirasakan berat oleh para petani, mengingat TBS merupakan sumber pendapatan utama mereka. Wagub Mian secara langsung meninjau Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Alno Agro Utama Sumindo Oil Mill di Kabupaten Bengkulu Utara pada Rabu (9/4/2025) untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai situasi di lapangan.

"Setelah Lebaran, grafik harga TBS terus menurun. Saat ini, harga berkisar antara Rp 2.800 hingga Rp 2.700 per kilogram," ujar Mian saat melakukan inspeksi. Ia mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi ini dan berjanji untuk mencari solusi terbaik agar tidak memberatkan petani.

Imbauan Wagub Mian: Jangan Jadikan Tarif Trump Alasan Penurunan Harga

Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab penurunan harga TBS adalah kebijakan tarif impor yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap produk sawit dari Indonesia. Menanggapi hal ini, Wagub Mian mengingatkan pihak pabrik pengolahan CPO agar tidak menjadikan kebijakan tersebut sebagai alasan utama untuk menurunkan harga TBS petani.

"Jangan sampai kebijakan Donald Trump yang menaikkan bea masuk 32 persen ini dijadikan alasan utama. Padahal, berdasarkan data, ekspor CPO ke Amerika hanya sekitar 15 persen, tidak lebih dari itu," tegasnya. Mian menekankan bahwa faktor-faktor lain, seperti kondisi pasar global dan efisiensi produksi, juga perlu dipertimbangkan.

Pemerintah Daerah Berkomitmen Mendukung Petani Sawit

Wagub Mian menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk terus mendukung para petani sawit. Ia meminta pihak PKS untuk menjaga stabilitas harga TBS di tingkat petani agar tidak terus menjadi persoalan yang meresahkan. Pemerintah daerah akan terus berupaya mencari solusi untuk mengatasi masalah ini, termasuk menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat dan pihak-pihak terkait.

"Kami berharap harga di tingkat petani bisa dijaga. Kalau pun harga pasar internasional turun, ikuti dengan penyesuaian yang wajar. Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat. Soal penurunan harga sawit sebesar Rp 300 dalam sepekan terakhir ini sudah ramai diperbincangkan. Ini harus menjadi perhatian kita bersama," pungkasnya.

Berikut poin penting yang disampaikan Wagub Mian dalam sidak tersebut:

  • Meminta PKS untuk menjaga stabilitas harga TBS di tingkat petani.
  • Mengingatkan agar kebijakan tarif impor AS tidak dijadikan alasan utama penurunan harga.
  • Menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung petani sawit.

Inspeksi mendadak ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam merespons keluhan petani sawit dan mencari solusi untuk menjaga stabilitas harga TBS. Diharapkan, langkah-langkah yang diambil dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan para petani sawit di Bengkulu.