SMAN 21 Bekasi Terdampak Banjir: Kerja Bakti Guru dan Siswa Bersihkan Lumpur Sekolah

SMAN 21 Bekasi Terdampak Banjir: Kerja Bakti Guru dan Siswa Bersihkan Lumpur Sekolah

Banjir yang melanda Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi beberapa waktu lalu telah surut. Namun, dampaknya masih terasa nyata di SMAN 21 Bekasi yang berada di kawasan tersebut. Sekolah tersebut kini harus berjuang membersihkan endapan lumpur tebal pasca-banjir yang merendam seluruh area sekolah. Detikcom mencatat kondisi terkini sekolah pada Kamis, 6 Maret 2025, dimana lumpur masih menyelimuti hampir seluruh area sekolah, termasuk ruang kelas.

Upaya penyelamatan aset sekolah dilakukan secara intensif. Meja, kursi, dan komputer yang menjadi korban banjir sedang dalam proses penyelamatan dan pembersihan. Di halaman sekolah, pemandangan yang menyayat hati terlihat jelas: tumpukan meja dan kursi yang berlumuran lumpur, serta gunungan buku pelajaran yang rusak akibat terendam air. Kerusakan sejumlah komputer dan laptop sekolah juga turut menambah beban kerugian yang diderita SMAN 21 Bekasi.

Tak patah arang, guru dan siswa SMAN 21 Bekasi bahu-membahu melakukan kerja bakti membersihkan sekolah. Mereka terlihat bekerja keras membersihkan lumpur dengan peralatan seadanya, mulai dari menyingkirkan lumpur dengan sekop hingga menyemprotnya dengan air bersih. Semangat gotong royong mereka patut diacungi jempol di tengah musibah yang menimpa sekolah mereka.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 21 Bekasi, Rina Sulastri, menjelaskan bahwa kegiatan belajar mengajar diliburkan sementara waktu akibat dampak banjir ini. Pihak sekolah, menurut Rina, mengajak guru dan siswa yang bersedia untuk ikut serta dalam kerja bakti pasca-banjir. “Kegiatan belajar mengajar diliburkan sampai besok. Guru dan siswa yang bersedia secara sukarela membantu membersihkan sekolah,” ujar Rina.

Proses pembersihan sekolah diperkirakan akan memakan waktu cukup lama. Rina memperkirakan proses pembersihan akan berlangsung hingga satu pekan. “Pengalaman kami, pembersihan setelah banjir seperti ini biasanya membutuhkan waktu sekitar satu minggu,” tambahnya. Kerja keras dan kekompakan seluruh civitas akademika SMAN 21 Bekasi diharapkan mampu memulihkan kondisi sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat.

Proses pemulihan ini tidak hanya melibatkan tenaga dan waktu, tetapi juga membutuhkan dukungan sumber daya yang cukup untuk memperbaiki kerusakan fasilitas sekolah yang cukup signifikan akibat bencana banjir ini. Harapannya, pihak terkait dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan untuk membantu SMAN 21 Bekasi pulih kembali dan menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan secara optimal.

Berikut beberapa poin penting terkait kondisi terkini SMAN 21 Bekasi: * Lumpur masih memenuhi area sekolah dan ruang kelas. * Meja, kursi, buku, dan komputer mengalami kerusakan akibat banjir. * Guru dan siswa melakukan kerja bakti membersihkan sekolah. * Kegiatan belajar mengajar diliburkan sementara. * Pembersihan sekolah diperkirakan memakan waktu satu minggu.