Tekanan Konsumen dan Regulasi Pacu UMKM Global Tingkatkan Aksi Iklim

UMKM Global Tingkatkan Aksi Iklim Akibat Tekanan Konsumen dan Regulasi

Sebuah survei global terbaru mengungkapkan bahwa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh dunia semakin gencar dalam mengurangi emisi karbon dan beradaptasi terhadap perubahan iklim. Dorongan utama di balik tren positif ini adalah meningkatnya permintaan dari konsumen serta kepatuhan terhadap regulasi lingkungan yang semakin ketat.

Survei yang dilakukan oleh SME Climate Hub melibatkan 471 UMKM dari 53 negara. Hasilnya menunjukkan bahwa:

  • 61% UMKM mengambil tindakan iklim untuk memenuhi harapan pelanggan, meningkat signifikan dari 40% pada tahun sebelumnya. Hal ini mengindikasikan bahwa kesadaran konsumen akan isu lingkungan semakin memengaruhi perilaku bisnis.
  • 58% UMKM menyadari pentingnya keberlanjutan sebagai cara untuk meningkatkan daya saing bisnis. Angka ini melonjak tajam dari 24% pada tahun 2024, menunjukkan bahwa UMKM mulai melihat keberlanjutan sebagai investasi strategis.
  • 51% UMKM termotivasi untuk menarik pelanggan baru melalui praktik bisnis yang berkelanjutan, dibandingkan dengan 34% pada tahun sebelumnya. Ini menegaskan bahwa keberlanjutan dapat menjadi nilai jual yang menarik bagi konsumen.

Selain tekanan konsumen, faktor lain yang mendorong UMKM untuk meningkatkan aksi iklim adalah:

  • Kesadaran akan risiko perubahan iklim: Sebagian besar UMKM (58%) menyadari dampak perubahan iklim terhadap bisnis mereka. Kesadaran ini mendorong mereka untuk mengadopsi praktik bisnis yang lebih berkelanjutan sebagai bentuk mitigasi risiko.
  • Kepatuhan terhadap regulasi: Enam dari sepuluh UMKM menyebutkan kepatuhan terhadap peraturan lingkungan sebagai alasan utama untuk meningkatkan upaya terkait iklim. Hal ini menunjukkan bahwa regulasi pemerintah berperan penting dalam mendorong aksi iklim di kalangan UMKM.

Kontradiksi di Inggris Raya?

Menariknya, hasil survei global ini kontras dengan temuan survei di Inggris Raya. Survei yang melibatkan 500 UMKM di Inggris menunjukkan bahwa 54% UMKM menurunkan prioritas praktik ramah lingkungan mereka. Tantangan utama yang dihadapi UMKM di Inggris adalah masalah keuangan dan dukungan kebijakan yang dianggap kurang memadai.

Hambatan dan Dukungan yang Dibutuhkan

Terlepas dari perbedaan temuan di berbagai negara, survei secara umum menyoroti bahwa dukungan keuangan dan kebijakan yang lebih baik sangat dibutuhkan untuk mempercepat aksi iklim di kalangan UMKM. Sebagian besar responden (80%) melaporkan dukungan pemerintah yang buruk untuk aksi iklim, meskipun sebagian besar negara memiliki target emisi yang ambisius.

Dua pertiga dari UMKM yang disurvei menyatakan bahwa peningkatan insentif pemerintah, seperti manfaat pajak atau pinjaman, akan memungkinkan mereka untuk meningkatkan skala aksi iklim dengan lebih baik.

Pamela Jouven, Direktur SME Climate Hub, menekankan bahwa UMKM tidak hanya menunggu tindakan terkait iklim, tetapi aktif memimpin. Integrasi keberlanjutan ke dalam rencana bisnis mereka dipandang sebagai strategi yang menguntungkan karena mendorong pertumbuhan, memperkuat ketahanan, dan membantu mereka beradaptasi dengan perubahan regulasi dan tuntutan rantai pasokan yang semakin peduli lingkungan.

Jouven menambahkan bahwa momentum sudah ada, tetapi UMKM membutuhkan dukungan keuangan dan kebijakan yang lebih baik untuk mencapai potensi penuh mereka dalam mengatasi perubahan iklim.