Tragedi di Langit New York: Helikopter Wisata Hancur, Keluarga Spanyol Jadi Korban

Tragedi mengguncang kota New York ketika sebuah helikopter wisata mengalami ledakan di udara dan jatuh ke Sungai Hudson pada Kamis (10/4/2025) pagi waktu setempat. Insiden mengerikan ini merenggut nyawa enam orang, termasuk sebuah keluarga wisatawan asal Spanyol.

Menurut laporan, helikopter itu lepas landas dari heliport di pusat kota sekitar pukul 15.00 dan dijadwalkan untuk terbang melintasi cakrawala Manhattan sebelum kembali ke selatan menuju Patung Liberty. Namun, penerbangan yang seharusnya menjadi pengalaman indah itu berubah menjadi malapetaka hanya dalam waktu kurang dari 20 menit.

Saksi mata menggambarkan kejadian yang mengerikan. Bruce Wall, seorang saksi di Jersey City, mengatakan melihat helikopter itu "hancur berantakan" di udara, dengan bagian-bagian pesawat berjatuhan ke dalam air. Dani Horbiak, juga dari Jersey City, mendengar suara seperti tembakan beruntun sebelum melihat helikopter itu jatuh berkeping-keping ke sungai.

Lesly Camacho, seorang pelayan restoran di Hoboken, New Jersey, melihat helikopter itu berputar tak terkendali dengan asap mengepul sebelum menghantam air. Tim penyelamat segera tiba di lokasi dan menemukan bangkai helikopter yang tenggelam di dekat dermaga Terowongan Holland. Proses evakuasi berlangsung hingga malam hari, dengan menggunakan derek apung untuk mengangkat puing-puing helikopter dari air.

Pihak berwenang mengidentifikasi operator penerbangan sebagai New York Helicopters. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari perusahaan tersebut terkait penyebab kecelakaan. Michael Roth, pemilik perusahaan, mengungkapkan keterkejutannya dan ketidakpastiannya mengenai penyebab tragedi itu. Ia juga menambahkan bahwa selama 30 tahun bergelut di bisnis helikopter, ia belum pernah menyaksikan kejadian mengerikan seperti ini.

"Satu-satunya hal yang saya ketahui dengan menonton video helikopter jatuh adalah bahwa bilah rotor utama tidak ada di helikopter," kata Roth dikutip New York Post.

Federal Aviation Administration (FAA) mengidentifikasi helikopter yang terlibat sebagai Bell 206, model yang umum digunakan untuk berbagai keperluan komersial dan pemerintah, termasuk tur wisata. National Transportation Safety Board (NTSB) telah memulai penyelidikan untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Justin Green, seorang pengacara penerbangan dan pilot helikopter, menduga bahwa "kegagalan mekanis yang parah" mungkin menjadi penyebab jatuhnya helikopter. Ia juga menambahkan bahwa ada kemungkinan rotor utama menghantam boom ekor, sehingga menyebabkan kabin jatuh bebas.

"Mereka tewas segera setelah apa pun yang terjadi. Tidak ada indikasi bahwa mereka memiliki kendali atas pesawat itu. Tidak ada pilot yang dapat mencegah kecelakaan itu setelah mereka kehilangan daya angkat. Itu seperti batu yang jatuh ke tanah. Itu memilukan," kata dia.

Tragedi ini kembali menyoroti masalah keselamatan penerbangan helikopter di New York City. Langit Manhattan sering dipenuhi dengan helikopter wisata, pesawat pribadi, dan penerbangan komersial. Catatan menunjukkan bahwa setidaknya 38 orang telah tewas dalam kecelakaan helikopter di kota itu sejak tahun 1977.

Beberapa kecelakaan helikopter sebelumnya di New York termasuk tabrakan antara pesawat dan helikopter wisata di atas Hudson pada tahun 2009 yang menewaskan sembilan orang, dan kecelakaan helikopter sewaan di East River pada tahun 2018 yang menewaskan lima orang.

Insiden terbaru ini memicu kembali perdebatan mengenai perlunya pembatasan lalu lintas helikopter di Manhattan. Aktivis dan pejabat masyarakat telah lama mengusulkan pelarangan atau pembatasan untuk mengurangi risiko kecelakaan dan kebisingan yang ditimbulkan oleh helikopter.

Daftar Korban:

  • Satu keluarga asal Spanyol (termasuk tiga anak)
  • Tiga orang lainnya (identitas belum dirilis)

Investigasi:

  • NTSB memimpin investigasi penyebab kecelakaan
  • FAA memberikan dukungan teknis

Fakta Penting:

  • Helikopter wisata Bell 206 jatuh di Sungai Hudson
  • Enam orang tewas, termasuk satu keluarga Spanyol
  • Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan

Kecelakaan ini menjadi pengingat yang menyakitkan tentang bahaya yang terkait dengan penerbangan helikopter, dan perlunya peraturan yang lebih ketat untuk memastikan keselamatan penumpang dan warga kota.