Aksi Anarkis di Lampung Tengah: Bus Pariwisata Jadi Sasaran Amuk Pemotor, Kerugian Materiil Diderita
Bus Pariwisata Jadi Korban Aksi Anarkis di Lampung Tengah
Sebuah insiden mengejutkan terjadi di jalanan Lampung Tengah, di mana sebuah bus pariwisata menjadi sasaran amuk pengendara sepeda motor. Akibatnya, kaca bus pecah dan menimbulkan keresahan di kalangan penumpang serta masyarakat sekitar.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan pihak kepolisian Sektor Terbanggi Besar, kejadian bermula ketika bus pariwisata dengan nama Bento Trans, melaju dari arah Lampung Utara menuju Bandar Jaya, Lampung Tengah. Pengemudi bus, berinisial AIF (36), mencoba mendahului sebuah mobil minibus Avanza dengan melewati marka jalan. Namun, dari arah berlawanan muncul dua unit sepeda motor.
"Saat mencoba menyalip 1 unit mobil minibus Avanza dengan melewati marka jalan, dari arah berlawanan muncul 2 unit sepeda motor," kata Kapolsek Terbanggi Besar, Komisaris Polisi (Kompol) Yusvin Argunan.
Diduga merasa tidak terima karena hampir bersenggolan, para pengendara motor tersebut kemudian mengejar bus. Sesampainya di Dusun 6 Bandar Harapan, salah satu pemotor menghadang bus dengan memalang kendaraannya di depan bus, sementara yang lainnya menggedor pintu sopir.
Lebih jauh lagi, seorang pengendara motor lainnya melakukan tindakan anarkis dengan memukul kaca samping bus menggunakan sebatang kayu hingga pecah. Setelah melakukan aksinya, kedua pelaku melarikan diri ke arah Lampung Utara.
Reaksi dan Tindakan Kepolisian
Kapolsek Terbanggi Besar, Kompol Yusvin Argunan, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sopir bus. Polisi juga telah mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi untuk menyelidiki kasus ini lebih lanjut. Video amatir yang direkam oleh kernet bus, AGP (23), dan diunggah ke media sosial, turut menjadi barang bukti penting dalam penyelidikan.
Sikap Sopir Bus
Kendati menjadi korban aksi anarkis, sopir bus, AIF, memilih untuk tidak melaporkan kejadian ini secara resmi kepada pihak kepolisian. AIF mengaku merasa bersalah karena hampir menyebabkan kecelakaan dengan pengendara motor. Ia juga tidak ingin memperpanjang masalah dan menghambat perjalanan penumpangnya yang sudah menunggu di Rumah Makan Indarung, Bandar Jaya, untuk melanjutkan perjalanan ke Pekanbaru, Riau.
"Selain pernyataan resmi secara tertulis, sopir dan kernet pun membuat testimoni di depan Mapolsek Terbanggi Besar," ungkap Kompol Yusvin.
Dampak dan Imbauan
Insiden ini menimbulkan keprihatinan akan keamanan di jalan raya, khususnya bagi kendaraan umum yang membawa banyak penumpang. Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi peraturan lalu lintas. Masyarakat juga diharapkan untuk tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dan saling menghormati di jalan raya. Diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.