Google Lakukan Restrukturisasi Besar, Divisi Perangkat dan Platform Alami Pengurangan Karyawan
Google kembali melakukan langkah strategis dalam restrukturisasi perusahaannya dengan mengurangi jumlah karyawan di divisi Platform dan Devices. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional pasca penggabungan dua divisi utama tersebut beberapa tahun silam.
Menurut informasi internal, ratusan posisi pekerjaan di divisi yang menangani produk-produk utama seperti sistem operasi Android, perangkat Pixel, dan browser Chrome telah dihapuskan. Meskipun tidak diungkapkan jumlah pasti karyawan yang terdampak, langkah ini menyusul program pengunduran diri sukarela yang ditawarkan kepada 25.000 karyawan pada awal tahun 2025.
Berikut beberapa poin penting terkait restrukturisasi ini: - Efisiensi operasional menjadi alasan utama pengurangan karyawan - Divisi Platform dan Devices menjadi fokus utama restrukturisasi - Termasuk tim pengembangan produk inti seperti Android, Pixel, dan Chrome - Menyusul program voluntary buyout yang sebelumnya ditawarkan
Juru bicara Google menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi bisnis yang berkelanjutan. "Kami terus berkomitmen untuk menyederhanakan operasional dan meningkatkan efektivitas organisasi," jelas pernyataan resmi perusahaan.
Ini bukan kali pertama Google melakukan pengurangan karyawan secara besar-besaran. Pada 2023 silam, perusahaan teknologi tersebut telah memangkas 12.000 posisi atau sekitar 6% dari total tenaga kerjanya secara global. CEO Sundar Pichai kala itu menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil untuk mengantisipasi tantangan ekonomi yang lebih kompleks di masa depan.
Langkah restrukturisasi Google ini terjadi di tengah dinamika industri teknologi yang semakin kompetitif, terutama dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan. Beberapa analis memandang ini sebagai upaya perusahaan untuk mengalokasikan sumber daya lebih efisien di tengah perlambatan pertumbuhan beberapa lini bisnis digital.