Pertukaran Tahanan AS-Rusia: Balerina Dibebaskan Setelah Ditahan Akibat Donasi untuk Ukraina

MOSKWA — Ksenia Karelina, seorang balerina amatir berkewarganegaraan ganda Rusia-Amerika Serikat, akhirnya dibebaskan dari tahanan Rusia setelah lebih dari satu tahun mendekam di penjara. Pembebasannya dilakukan melalui mekanisme pertukaran tahanan antara Pemerintah AS dan Rusia, yang berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Kamis (10/4/2025) dini hari waktu setempat. Karelina ditukar dengan Arthur Petrov, seorang warga negara ganda Jerman-Rusia yang ditahan AS atas tuduhan pelanggaran sanksi ekspor teknologi militer.

Karelina (33), yang bermukim di Los Angeles dan memperoleh kewarganegaraan AS pada 2021, awalnya ditangkap saat mengunjungi keluarganya di Yekaterinburg, Rusia, pada Januari 2024. Ia kemudian dijatuhi hukuman 12 tahun penjara dengan tuduhan pengkhianatan setelah diketahui menyumbang sekitar $50 (Rp850.000) kepada organisasi amal AS yang memberikan bantuan kemanusiaan ke Ukraina. Kasusnya menarik perhatian internasional, terutama karena vonis tersebut dijatuhkan oleh pengadilan yang sama yang menghukum jurnalis Wall Street Journal, Evan Gershkovich, atas tuduhan spionase.

Proses Pembebasan dan Reaksi Pemerintah AS - Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa Karelina telah berada dalam perjalanan pulang ke AS. Ia menegaskan bahwa penahanan Karelina oleh Rusia tidak sah. - Presiden AS disebut berperan penting dalam proses pembebasan ini, dengan komitmen untuk terus memperjuangkan warga AS yang masih ditahan di luar negeri. - Direktur CIA, John Ratcliffe, dilaporkan turut hadir dalam proses pertukaran di Abu Dhabi.

Kasus Arthur Petrov Sebagai imbalan, AS membebaskan Arthur Petrov, yang ditangkap di Siprus pada 2023 karena diduga terlibat dalam pengiriman komponen mikroelektronik ke Rusia untuk keperluan militer. Pengiriman ini melanggar sanksi internasional yang diberlakukan terhadap Rusia.

Latar Belakang Kunjungan Karelina ke Rusia Menurut sumber pendukungnya, Karelina mengunjungi Rusia untuk menjenguk neneknya yang berusia 90 tahun serta bertemu dengan keluarganya. Ia berencana kembali ke AS setelah dua minggu, namun justru ditangkap dan baru diketahui oleh Pemerintah AS lebih dari sebulan kemudian.

Pertukaran Tahanan Terkini dalam Hubungan AS-Rusia Ini merupakan pertukaran tahanan kedua dalam kurun kurang dari dua bulan antara kedua negara. Sebelumnya, pada Februari 2025, Rusia dan AS bertukar tahanan antara Alexander Vinnik (terdakwa pencucian uang) dan Marc Fogel (guru AS yang ditahan di Rusia). Saat ini, AS masih memantau lebih dari enam warga negaranya yang ditahan di Rusia, termasuk Stephen Hubbard (72), yang dihukum karena diduga menjadi tentara bayaran untuk Ukraina.