Tragedi Pembacokan di Sumba Barat Daya: Pelaku Ditangkap, Rumah Keluarga Terbakar
Sumba Barat Daya – Sebuah insiden kekerasan berujung maut terjadi di Kampung Kadumbepa, Desa Maredawuni, Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya. Yohanis Nani Bata (35), yang akrab disapa Bapak Arva, diduga membacok temannya sendiri, Vitalis Goko Rato (45), hingga tewas menggunakan parang. Kejadian ini berlangsung pada Sabtu (12/4/2025) siang sekitar pukul 14.00 WITA, saat keduanya bersama lima orang lainnya sedang mengonsumsi minuman keras di rumah warga setempat.
Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya, AKP I Ketut Ray Artika, pelaku dan korban awalnya terlibat dalam pesta miras bersama beberapa rekan. Setelah menghabiskan beberapa botol, mereka patungan untuk membeli lima liter miras jenis peci. Situasi memanas ketika keduanya terlibat adu mulut dalam keadaan mabuk. Emosi Yohanis meledak, dan ia langsung mencabut parang yang terselip di pinggangnya, lalu menghujamkannya berulang kali ke kepala dan punggung Vitalis. Meski beberapa warga berusaha melerai, pelaku justru mengancam mereka dengan parang. Korban tewas di tempat akibat luka parah, sementara pelaku kabur dari lokasi.
- Kronologi Kejadian: Awalnya pesta miras berlangsung lancar, namun berubah menjadi tragedi setelah terjadi pertengkaran.
- Upaya Peleraian: Beberapa warga mencoba menenangkan situasi, tetapi pelaku malah mengancam mereka.
- Pelarian Pelaku: Yohanis sempat melarikan diri sebelum akhirnya ditangkap beberapa jam kemudian.
Setelah kejadian, warga melaporkan insiden tersebut ke Polsek Wewewa Timur. Tim polisi segera melakukan olah TKP, memeriksa saksi, dan mengevakuasi jenazah korban. Namun, situasi semakin rumit ketika rumah orangtua pelaku dilaporkan terbakar. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, apakah akibat aksi balasan atau faktor teknis seperti korsleting listrik. "Kami masih meneliti apakah kebakaran ini disengaja atau tidak," jelas Artika.
Polisi kini terus berjaga di lokasi untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut, terutama dari keluarga korban. Yohanis telah ditahan dan sedang menjalani proses interogasi untuk mengungkap motif di balik pembacokan tersebut. "Kami akan memastikan proses hukum berjalan transparan dan adil," tegas Artika.