Aminuddin Ma'ruf: Danantara Sebagai Pilar Transformasi Ekonomi Nasional
Jakarta – Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Aminuddin Ma'ruf, menegaskan bahwa kehadiran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menjadi tonggak penting dalam mewujudkan visi strategis ekonomi Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Dharma Santi Nyepi BUMN 2025 yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Minggu (13/4/2025).
Aminuddin menjelaskan bahwa Danantara tidak hanya berperan sebagai entitas baru, melainkan juga sebagai katalisator untuk meningkatkan daya saing BUMN di kancah global. "Danantara dirancang untuk memperkuat fondasi ekonomi bangsa, menciptakan transparansi, serta mendorong BUMN menjadi perusahaan kelas dunia," ujarnya. Ia juga memohon dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk tokoh agama, agar Danantara dapat mencapai tujuannya selaras dengan visi pemerintah.
Proses pengalihan saham BUMN ke Danantara masih berlangsung secara bertahap. Pemerintah telah memulai langkah ini sejak Maret 2025, dengan memindahkan saham seri B melalui skema inbreng ke PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI, yang ditetapkan sebagai Holding Operasional di bawah Danantara. Hingga saat ini, 13 BUMN terbuka telah resmi beralih kepemilikannya ke KBI. Berikut daftar BUMN yang terdampak:
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN)
- PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)
- PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT)
- PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI)
- PT PP (Persero) Tbk (PTPP)
- PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR)
- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)
- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA)
- PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS)
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat transformasi BUMN menuju tata kelola yang lebih efisien dan berorientasi global.